Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember resmi melantik Muhammad Khotib Firdaus, SPd, sebagai Kepala SD Muhammadiyah 01 (Mudisa) Jember periode 2026–2030, Sabtu (11/4/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Mudisa Lantai 3 dengan rangkaian serah terima jabatan dari kepala sekolah sebelumnya, Drs Abd Wasid SPd, dan dihadiri jajaran PDM Jember, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbersari, majelis dikdasmen, serta keluarga besar Mudisa.
Ketua PCM Sumbersari, Prof. Dr. H. Hairus Salikin, M.Ed, dalam sambutannya menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus menyikapinya secara wajar.
“Pergantian kepemimpinan ini adalah hal yang biasa. Yang penting adalah bagaimana keberlanjutan dan kemajuan lembaga tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Abd Wasid atas dedikasinya selama memimpin Mudisa hingga menjadi sekolah unggulan.
“Kalau kemarin sudah menjadi SD Bintang, ke depan harus lebih tinggi lagi. Mungkin bisa menjadi SD Langit,” ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan PDM Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., mengungkapkan bahwa proses penetapan kepala sekolah sempat menghadapi kendala administratif.
Menurutnya, dalam rapat PDM, sempat muncul penilaian bahwa seluruh calon tidak memenuhi syarat karena kelengkapan berkas yang belum terpenuhi.
“Jika waktu itu dokumen tidak segera dilengkapi, proses ini bisa saja tertunda,” jelasnya.
Namun, berkat koordinasi cepat dan kelengkapan administrasi yang segera dipenuhi, proses penetapan dapat dilanjutkan hingga akhirnya menetapkan Muhammad Khotib Firdaus sebagai kepala sekolah terpilih.
Ia juga memberikan sejumlah pesan kepemimpinan, di antaranya pentingnya membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, serta mengedepankan kolaborasi dalam mengelola lembaga pendidikan.
Selain itu, ia menekankan bahwa pemimpin harus lebih banyak mendengar daripada berbicara serta berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
“Lebih baik keputusan benar 80 persen saat ini, daripada 100 persen tapi terlambat,” pesannya.
Sementara itu, dalam laporan pertanggungjawabannya, Abd Wasid menyampaikan berbagai capaian selama masa kepemimpinannya.
Ia menegaskan bahwa Mudisa berhasil menjadi pelopor dalam penerapan kurikulum, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka.
Selain itu, jumlah siswa terus mengalami peningkatan hingga mencapai lima rombongan belajar, bahkan pendaftar baru telah melampaui angka seratus siswa.
Dari sisi sarana prasarana, berbagai pengembangan telah dilakukan, termasuk pembangunan masjid sekolah dan pengadaan fasilitas pendingin ruangan di kelas secara bertahap.
“Alhamdulillah, dari sisi keuangan, sekolah dalam kondisi sehat dan tidak memiliki utang, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh guru dan tenaga kependidikan yang bekerja secara kompak.
Sebagai kepala sekolah yang baru dilantik, Muhammad Khotib Firdaus menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih.
Ia mengakui bahwa amanah yang diemban merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh tim,” tegasnya.
Firdaus juga secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya masih terus belajar dalam memimpin, termasuk dalam hal komunikasi dan manajemen kerja tim.
Ia berharap seluruh elemen sekolah dapat saling menguatkan dan mengingatkan dalam menjalankan tugas bersama.
Acara pelantikan berlangsung lancar dan penuh keakraban. Momentum ini menjadi bagian dari proses panjang regenerasi kepemimpinan yang telah dimulai sejak penjaringan calon pada November 2025 hingga penetapan resmi oleh PDM Jember pada Maret 2026.
Dengan kepemimpinan baru, Mudisa diharapkan mampu menjaga tradisi prestasi sekaligus melakukan inovasi berkelanjutan dalam dunia pendidikan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments