Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pakai Value Clarification Technique, KKN-P Umsida Ajari Sopan Santun di SDN Tambak Sari

Iklan Landscape Smamda
Pakai Value Clarification Technique, KKN-P Umsida Ajari Sopan Santun di SDN Tambak Sari
Mahasiswa KKN P 9 Umsida saat mengenalkan metode Value Clarification Technique kepada siswa kelas IV SDN Tambak Sari 1, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/7/2026). (Amalia/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa KKN-P 9 Universitas Muhammadoyah Sidoarjo (Umsida) mengenalkan metode Value Clarification Technique kepada siswa kelas IV SDN Tambak Sari 1, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program kerja unggulan di bidang pendidikan yang menjadi salah satu fokus utama KKN-P 9 selama masa pengabdian di Desa Tambak Sari.

Program tersebut dibuat dari keresahan yang cukup umum ditemui di sekolah dasar, yaitu mulai lunturnya sikap sopan santun siswa. Seperti kurang menghormati guru, jarang mengucap salam, hingga sering memotong pembicaraan teman saat berdiskusi.

Sebagai solusinya, mahasiswa KKN-P 9 Umsida mengenalkan model pembelajaran Value Clarification Technique pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi “Makna Sila-sila Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Berbeda dengan metode ceramah yang biasa digunakan, model Value Clarification Technique mengajak siswa memilih, menghargai, dan mewujudkan sendiri nilai-nilai Pancasila yang mereka yakini.

Pembelajaran berlanggsung melalui diskusi dan cerita bermuatan dilema moral, bukan sekadar mendengarkan penjelasan guru dari depan kelas.

Observasi Value Clarification Technique

Menariknya, keberhasilan program ini tidak hanya berhenti pada kesan di lapangan, tetapi juga dibuktikan secara ilmiah.

Tim KKN-P 9 Umsida melakukan penelitian dengan membandingkan dua kelas paralel. Yaitu kelas 4B yang diberi perlakuan model Value Clarification Technique sebagai kelas eksperimen, dan kelas 4A yang tetap diajar dengan metode konvensional sebagai kelas kontrol.

Hasilnya cukup meyakinkan. Skor rata-rata sikap sopan santun kelas eksperimen melonjak dari 80,75 menjadi 95,25 setelah penerapan model tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya naik dari 77,50 menjadi 92,50.

Berdasarkan analisis Normalized Gain (N-Gain), kelas eksperimen mencatatkan skor 0,79 dengan kategori tinggi dan tingkat efektivitas 79,43 persen. Sementara kelas kontrol hanya mencapai N-Gain 0,71 atau efektivitas 70,71 persen.

Angka ini menegaskan bahwa model Value Clarification Technique bukan sekadar metode ajar musiman ala mahasiswa KKN.

Melainkan pendekatan pembelajaran yang secara ilmiah terbukti lebih unggul dalam membentuk sikap sopan santun siswa dibandingkan metode ceramah yang selama ini digunakan.

Kelas yang Biasanya Sunyi, Kini Riuh oleh Diskusi

Kegiatan diawali dengan mengajak siswa mengamati sebuah persoalan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

Misalnya sikap yang seharusnya diambil ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau saat berselisih pendapat dengan teman.

Siswa kemudian diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat, menimbang berbagai pilihan sikap, hingga akhirnya menegaskan sendiri nilai kesopanan yang mereka pilih untuk dijalankan sesuai sila-sila Pancasila.

SMPM 5 Pucang SBY

Wali Kelas IV SDN Tambak Sari 1, Makhlufah, mengaku senang melihat antusiasme siswa yang meningkat selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, Value Clarification Technique membuat siswa lebih terbuka dan berani menyampaikan pendapat dibandingkan pembelajaran biasa.

“Biasanya kalau dijelaskan lewat ceramah, anak-anak cenderung diam dan cepat lupa. Tapi begitu diajak berdiskusi dan memilih sendiri sikap yang menurut mereka benar, kelas jadi lebih hidup” ujarnya.

Menurutnya, dari metode ini siswa jadi lebih terbiasa mendengarkan teman, menunggu giliran bicara, dan bertutur kata lebih sopan. Bukan karena disuruh, tapi karena mereka sendiri yang meyakininya.

“Perubahan sikap tersebut tidak hanya terlihat saat pelajaran Pendidikan Pancasila berlangsung, tetapi juga mulai terbawa dalam interaksi siswa sehari-hari di lingkungan sekolah” terangnya.

Matang Sejak Observasi Awal

Koordinator Bidang Pendidikan KKN-P 9 Umsida, Rindhani Nikmah Anjalilah, menjelaskan bahwa Value Clarification Technique menjadi proker unggulan karena mampu memberi dampak jangka panjang bagi siswa.

Sebelum pelaksanaan, timnya lebih dulu melakukan pengamatan untuk memahami kondisi sikap siswa sehari-hari.

“Kami observasi dulu bagaimana keseharian siswa, siapa yang masih sering memotong pembicaraan, siapa yang jarang mengucap salam. Dari situ kami susun cerita dan pertanyaan diskusi yang benar-benar relevan dengan kondisi mereka, bukan sekadar materi umum dari buku” jelas Anja.

Ia menuturkan bahwa tantangan terbesar justru ada pada mahasiswa sendiri, yaitu menahan diri untuk tidak langsung memberi jawaban benar atau salah, dan membiarkan siswa menemukan sendiri kesimpulannya.

“Kami harus sabar menunggu anak-anak berpikir dan berpendapat sendiri. Di situlah letak bedanya, mereka bukan disuruh sopan, tapi diajak memahami kenapa sikap sopan itu penting, dan itu semua ada landasannya di sila-sila Pancasila” ujarnya.

Data yang diperoleh tim KKN pun menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan kelas yang diajar secara konvensional. Jadi ini bukan cuma dugaan, tapi memang terbukti.

Anja berharap kebiasaan baik yang mulai terbentuk selama kegiatan dapat terus dijaga oleh siswa, bahkan setelah masa KKN-P-09 Umsida di SDN Tambak Sari 1 berakhir.

“Harapan kami, kebiasaan menghargai orang lain dan bertutur kata sopan ini tidak berhenti setelah masa KKN kami selesai, tetapi terus dibawa hingga mereka dewasa nanti,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 31/07/2026 01:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu