Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran untuk mencetak guru berdampak di era pendidikan abad ke-21.
Kegiatan yang berlangsung di Teater Dome UMM pada Sabtu (11/4) ini diikuti ratusan mahasiswa dan dibuka oleh Ketua Tim Kerja PPG UMM, Sugiarti.
Dalam sesi utama, Nurwidodo memaparkan pentingnya integrasi pendekatan PM-STEM-PjBL dalam modul ajar sebagai solusi pembelajaran masa depan.
Menurutnya, pendekatan ini menggabungkan tiga elemen utama:
- Pendekatan Makna (PM): meaningful, mindful, enjoyful
- STEM: sains, teknologi, engineering, dan matematika
- Project Based Learning (PjBL)
“Tujuannya adalah menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperkuat keterampilan, dan membentuk sikap positif peserta didik,” jelasnya.
Pendekatan ini menggunakan model nested (tersarang), di mana materi pembelajaran saling terhubung untuk mendorong deep learning.
Implementasi model ini dilakukan melalui enam tahapan utama:
- Merumuskan pertanyaan mendasar
- Merencanakan proyek
- Menyusun jadwal
- Memonitor pelaksanaan
- Menilai hasil
- Refleksi
Nurwidodo menekankan bahwa dua tahap awal merupakan fondasi paling krusial.
“Jika perumusan masalah dan perencanaan proyek tepat, maka seluruh proses pembelajaran akan berjalan di jalur yang benar,” tegasnya.
Ia mengibaratkan pertanyaan mendasar sebagai kunci utama eksplorasi pembelajaran. Pertanyaan yang baik tidak menghasilkan jawaban instan, tetapi mendorong investigasi berbasis data dan bukti ilmiah.
Dalam merumuskan pertanyaan tersebut, ia menyarankan penggunaan pendekatan berpikir sistematis ala Aristoteles, melalui pemetaan konsep dan analisis masalah secara menyeluruh.
Model pembelajaran ini juga mendukung pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan dua tujuan utama:
- Mendeskripsikan proses implementasi pembelajaran
- Menganalisis peningkatan kemampuan peserta didik
Melalui modul ajar yang terstruktur, pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
UMM menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar perubahan metode, tetapi langkah strategis dalam mencetak generasi guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna dan berdampak.
“Esensi dari integrasi ini adalah menjadikan peserta didik lebih baik,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments