Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti aula utama saat SMA Muhammadiyah 6 Karangasem Paciran (SMAMUSIX) menggelar prosesi wisuda Terpadu purna siswa tahun ajaran ini. Sebanyak 100 siswa kelas XII dinyatakan lulus dan secara resmi dilepas untuk melanjutkan langkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Acara yang dihadiri oleh jajaran komite sekolah, wali murid, dan tokoh pendidikan setempat ini menjadi puncak dari perjalanan panjang para siswa selama tiga tahun menimba ilmu.
Kepala Sekolah SMAMUSIX, Siswati dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap pencapaian para wisudawan. Ia menyampaikan bahwa angkatan ini merupakan angkatan yang tangguh karena mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan kurikulum dan tantangan zaman yang semakin dinamis.
”Hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan atribut sekolah, melainkan momentum pembuktian bahwa 100 siswa kami telah siap terjun ke masyarakat dengan bekal karakter dan kemandirian. Kami tidak hanya menitikberatkan pada nilai akademik, tetapi juga pada integritas moral yang selama ini kami tanamkan di SMAMUSIX,” ujar Siswati dengan nada penuh haru.
Menjaga Nilai-nilai Keislaman dan Semangat Kemuhammadiyahan
Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. Ibu Siswati berharap agar nilai-nilai keislaman dan semangat kemuhammadiyahan yang telah dipelajari di sekolah menjadi kompas moral dalam menghadapi dunia perkuliahan maupun dunia kerja nantinya.
Mewakili perasaan rekan-rekan sejawatnya, Wildan Alif, salah satu siswa yang diwisuda, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para guru dan orang tua. Bagi Wildan, masa-masa di SMAMUSIX adalah fase pendewasaan yang sangat berkesan.
”Rasanya baru kemarin kami datang sebagai siswa baru yang masih bingung dengan masa depan. Namun, berkat bimbingan Ibu Siswati dan seluruh bapak ibu guru, hari ini kami berdiri di sini dengan kepercayaan diri yang lebih besar. Ada rasa sedih harus berpisah dengan teman-teman, tapi rasa bangga bisa lulus bersama 100 kawan seperjuangan jauh lebih besar,” ungkap Wildan Alif saat ditemui usai prosesi pengalungan samir.
Wildan menambahkan bahwa tantangan ke depan tentu tidak mudah, namun bekal kedisiplinan yang ia dapatkan di sekolah menjadi modal utama. Acara kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan sesi foto bersama yang penuh keceriaan.
Isak tangis bahagia pecah saat para siswa bersimpuh memohon doa restu kepada orang tua mereka masing-masing, menandai berakhirnya masa putih abu-abu di SMAMUSIX dengan sejuta kenangan indah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments