Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khutbah Jumat: Membangun Ketahanan Pangan dan Ketangguhan Sosial Pasca Kurban

Iklan Landscape Smamda
Khutbah Jumat: Membangun Ketahanan Pangan dan Ketangguhan Sosial Pasca Kurban
pwmu.co -

Teknologi kini memungkinkan kita mengolah daging kurban menjadi berbagai bentuk produk tahan lama seperti rendang vakum, abon, dendeng, kornet, pengeringan, dan pengalengan. Bahkan, masjid bisa menjadi sentra pelatihan dan pengolahan pangan berbasis komunitas. Dengan kolaborasi antara takmir, ibu-ibu majelis taklim, dan koperasi umat, program keberlanjutan pasca-kurban bisa dijalankan dengan semangat gotong royong.

Salah satu teladan dari ijtihad sosial modern adalah fatwa dan program distribusi kurban dari Muhammadiyah, yang membolehkan pengolahan daging kurban dalam bentuk makanan olahan siap saji, selama prosesnya sesuai syariah dan sampai kepada yang berhak. Fatwa ini membuka jalan bagi inovasi distribusi dan pengawetan yang sebelumnya belum pernah diterapkan secara luas.

Melalui program kemanusiaan yang dijalankan oleh lembaga zakat dan sosialnya, daging kurban diolah bekerja sama dengan perusahaan pengolahan daging nasional menjadi rendang kaleng yang tahan hingga dua tahun. Produk ini kemudian didistribusikan ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), daerah rawan bencana, dan pengungsi. Ini adalah bentuk nyata dari fikih maslahat dan distribusi cerdas, menggabungkan nilai ibadah dan manfaat sosial dalam satu gerakan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Daging-daging hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, dan tidak pula darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian…”
(QS. Al-Hajj: 37)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ayat ini menekankan bahwa esensi kurban adalah ketakwaan, dan ketakwaan yang sejati adalah yang mendorong kebermanfaatan bagi sesama, melalui pengelolaan sumber daya yang adil dan berkelanjutan.

Ma’asyiral Muslimin,

Mari jadikan ibadah kurban sebagai awal dari keberkahan sosial, bukan sekadar perayaan tahunan. Kita warisi strategi Nabi Yusuf dalam mengelola hasil panen, kita ikuti jejak Rasulullah dalam membagi dan menyimpan daging, serta kita teladani ijtihad kontemporer dalam memperluas manfaat ibadah. Semoga Allah ﷻ menjadikan kurban kita tahun ini sebagai sarana taqwa, amal jariyah, dan solusi pangan bagi umat sepanjang tahun.

آمينُ يا رَبَّ العَالَمِينَ. بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِجَمِيعِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu