Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Ma’āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,
Kita menyaksikan limpahan daging kurban sebagai nikmat besar dari Allah. Namun, nikmat ini juga membawa tanggung jawab pengelolaan. Tanpa manajemen yang baik, daging kurban dapat cepat rusak, mubazir, atau tidak tersebar secara adil. Inilah saatnya kita memahami kurban bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga bagian dari sistem sosial yang perlu dirancang dengan bijak dan berkelanjutan.
Allah Subḥānahu wa Taʿālā telah mengajarkan prinsip ketahanan pangan melalui kisah Nabi Yusuf ʿalayhis-salām dalam Al-Qur’an. Saat Mesir menghadapi masa kemakmuran dan krisis, Yusuf menyarankan agar hasil panen disimpan, dan hanya dikonsumsi secukupnya untuk masa sulit. Ini adalah teladan manajemen pangan: hemat, terencana, dan berpandangan jauh ke depan.
Muhammadiyah melalui lembaga zakatnya telah menerapkan gagasan ini dengan mengolah daging kurban menjadi rendang kaleng yang tahan lama. Program ini bekerja sama dengan industri pangan nasional dan telah menjadi inovasi sosial dalam ibadah kurban.
Dari sini kita belajar bahwa kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi bisa dikelola menjadi program strategis dan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak umat sepanjang tahun, terutama saat terjadi kerawanan pangan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita jadikan momen kurban ini sebagai pijakan untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya ketahanan pangan umat. Dengan pengelolaan yang cermat, pengolahan yang tepat, serta distribusi yang terencana, kita dapat mencegah pemborosan dan memperluas manfaat ibadah kurban secara lebih merata dan berkelanjutan.
Prinsip ini sejatinya telah dicontohkan dalam sejarah para nabi, yang mengajarkan pentingnya menyiapkan cadangan makanan saat masa panen dan mengonsumsinya secara bijak untuk menghadapi masa-masa sulit.
Semoga kita tergolong hamba-hamba yang amanah dan bertanggung jawab dalam mengelola nikmat Allah, sehingga keberkahan kurban tak hanya terasa sekejap, melainkan menjadi bekal kebermanfaatan umat dalam jangka panjang. Aamiin.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ، اللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَضَاحِيَنَا، وَاجْعَلْهَا قُرْبَانًا يُطَهِّرُ قُلُوبَنَا وَيُزَكِّي أَمْوَالَنَا، وَانْفَعْنَا بِهَا فِي دِينِنَا وَدُنْيَانَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُخْلِصِينَ فِي أَعْمَالِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي طَعَامِنَا وَرِزْقِنَا، وَأَلْهِمْنَا حُسْنَ التَّدْبِيرِ وَالتَّوْزِيعِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ رُوَّادِ الأَمْنِ الْغِذَائِيِّ لِهَذِهِ الأُمَّةِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسلِمِين، وَاجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسلِمِين وَالْمُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين، اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ، وَأَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِمْ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالمُشْرِكِينَ، اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُودَ، وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّينِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments