Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kiat Ikhlas Berkhidmah untuk Muhammadiyah Dikupas dalam Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik

Iklan Landscape Smamda
Kiat Ikhlas Berkhidmah untuk Muhammadiyah Dikupas dalam Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik
Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Cahaya mentari pagi mulai menyapa Kota Gresik ketika puluhan jemaah dengan semangat menggebu memadati Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik di Jalan Permata Nomor 7, Graha Bunder Asri, Gresik.

Suasana pada Ahad (2/11/2025) pagi, terasa istimewa dengan diselenggarakannya Pengajian Ahad Pagi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.

Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00 hingga 07.30 WIB ini menjadi bukti nyata semangat Keislaman dan Kemuhammadiyahan warga Gresik yang tak pernah padam.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut berbagai kalangan, mulai dari remaja masjid, ibu-ibu majelis taklim, bapak-bapak, hingga para sesepuh Muhammadiyah. Mereka duduk rapi dengan penuh khidmat, menyiapkan alat tulis untuk mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan oleh pemateri.

Antusiasme peserta terlihat dari kedatangan mereka yang jauh sebelum acara dimulai, menunjukkan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan merdu oleh qari muda Muhammadiyah Gresik. Suara lantunannya menambah kekhusyukan suasana pagi itu.

Selanjutnya, Ketua Majelis Tabligh PDM Gresik, Ustaz Badrus Sholeh menyampaikan sambutan hangat. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan keislaman dan berharap pengajian ini dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus pencerahan bagi seluruh jemaah.

Puncak acara diwarnai dengan kehangatan dan kedalaman materi yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Bidang Tabligh, Ustaz Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM.

Dengan gaya bertutur yang khas, penuh hikmah, dan mudah dipahami, ia membawakan tema “Ikhlas Berkhidmah untuk Muhammadiyah.”

Suaranya yang lantang menggema di seluruh ruangan, sesekali diselingi canda tawa ringan yang mencairkan suasana, tanpa mengurangi kedalaman makna dari pesan yang disampaikan.

Ustaz Sholihin memulai pemaparannya dengan mengupas tuntas konsep syukur dalam Islam. “Syukur adalah kunci terbukanya segala keberkahan,” ungkapnya penuh keyakinan.

Ia kemudian menjelaskan empat dimensi syukur yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

1. Syukur dengan ucapan (bil qouli), yang tidak hanya sekadar mengucap hamdalah, tetapi juga memuliakan asma Allah dalam setiap kesempatan.

2. Syukur dengan perbuatan (bil fi’li), yang diwujudkan melalui konsistensi dalam beribadah dan peningkatan kualitas amal saleh.

3. Syukur dengan harta (bil mali), yakni dengan menumbuhkan kedermawanan dan kepedulian sosial yang tulus.

4. Syukur dengan perasaan (bir ruḥi), berupa keteguhan iman dan keyakinan yang semakin kokoh seiring berjalannya waktu.

Dalam pemaparannya, Ustaz Sholihin menghadirkan semangat perjuangan KH. Ahmad Dahlan dengan mengutip pesan legendarisnya, “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.”

Dengan penuh penghayatan, ia menjelaskan makna mendalam dari pesan tersebut.

“Seorang kader Muhammadiyah harus bekerja keras tanpa pamrih, mengedepankan pengabdian di atas pencitraan, dan menempatkan keikhlasan sebagai fondasi setiap amal,” tegasnya di hadapan jemaah yang menyimak dengan khidmat.

Lebih lanjut, Ustaz Sholihin menguraikan ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal.

“Orang yang ikhlas akan tetap konsisten beramal meskipun tidak ada yang melihat, tidak mengeluh ketika menghadapi tantangan, dan tidak pernah merasa paling berjasa dalam setiap pekerjaan,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahaya riya’ dan sum’ah yang dapat merusak nilai sebuah amal kebajikan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam sesi yang penuh makna ini, Ustaz Sholihin juga menekankan pentingnya meneladani empat sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan berorganisasi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

1. Sifat Shiddiq (jujur) harus menjadi landasan dalam setiap perkataan dan perbuatan.

2. Sifat Amanah (dapat dipercaya) perlu melekat dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.

3. Sifat Tabligh (menyampaikan) diwujudkan melalui dakwah yang santun, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan.

4. Sifat Fathonah (cerdas) dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.

Tak lupa, ia menyampaikan pesan luhur dari KH. Ahmad Dahlan tentang pentingnya hidup yang berakal dan berbudi.

“Berakal berarti menggunakan pikiran yang jernih dalam menyikapi setiap persoalan, sedangkan berbudi berarti menghiasi diri dengan akhlak karimah dalam pergaulan sehari-hari,” tuturnya.

Di luar ruangan pengajian, panitia juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dimanfaatkan dengan antusias oleh para jemaah.

Terlihat antrean panjang jemaah yang ingin memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, serta berkonsultasi mengenai kesehatan ringan. Tim medis yang terdiri atas dokter dan perawat muda Muhammadiyah melayani dengan ramah dan profesional.

Sementara itu, kotak infak yang disediakan panitia tampak terisi dengan baik, mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi dari para jemaah.

Menurut laporan panitia, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 600 orang, melebihi perkiraan awal.

Salah satu jemaah, Ahmad, mengaku kagum terhadap pemaparan materi yang disampaikan oleh Ustaz Sholihin.

“Pemaparan Ustaz Sholihin sangat inspiratif dan menyentuh hati. Ia berhasil menghubungkan konsep keikhlasan dengan kehidupan nyata dalam berorganisasi di Muhammadiyah,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu jemaah dari Ranting Sukorame, Siti, menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti pengajian ini.

“Materinya sangat relevan dengan kondisi saat ini. Saya jadi tersadarkan untuk selalu mengikhlaskan setiap niat dalam beramal, termasuk dalam aktivitas di Aisyiyah,” katanya dengan mata berbinar.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ini ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustaz Sholihin, kemudian dilanjutkan dengan ramah-tamah dan sesi foto bersama.

Banyak jemaah yang tidak segera beranjak pulang, melainkan tetap bertahan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pemateri maupun sesama jemaah. Suasana keakraban dan persaudaraan begitu terasa, mempererat tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh PDM Gresik ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan, tetapi mampu menjadi pemantik semangat baru dalam berkhidmah untuk persyarikatan.

Ke depannya, Majelis Tabligh PDM Gresik berkomitmen untuk terus konsisten menyelenggarakan kegiatan serupa dengan menghadirkan tema-tema aktual dan pemateri yang berkualitas.

Dengan demikian, pengajian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan umat serta membangun peradaban Islam yang berkemajuan dan bermartabat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu