Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Qodri Tembus Erasmus: Dukungan UMM Antar Mahasiswa Kuliah Gratis ke Polandia

Iklan Landscape Smamda
Kisah Qodri Tembus Erasmus: Dukungan UMM Antar Mahasiswa Kuliah Gratis ke Polandia
Kisah Qodri Tembus Erasmus
pwmu.co -

Dukungan penuh kampus membuka jalan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menembus panggung global. Melalui pendampingan, fasilitasi sertifikasi bahasa, hingga konversi mata kuliah, M. Qodri Alwahid berhasil lolos program pertukaran internasional Erasmus dan menjalani studi di Polandia.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam memperkuat internasionalisasi mahasiswa.

Program tersebut berlangsung selama lima bulan, mulai 15 Februari hingga 17 Juli 2026. Keikutsertaan Qodri merupakan bagian dari kerja sama strategis UMM melalui International Relations Office (IRO).

Ia mengungkapkan bahwa program Erasmus memberikan dukungan penuh, mulai dari uang saku hingga biaya transportasi, sehingga peserta dapat fokus pada penguatan akademik dan pertukaran budaya.

“Erasmus ini peluang besar karena kerja samanya antar-kampus sudah jelas. Kami sudah di-provide semua, jadi bisa fokus belajar dan bertukar budaya tanpa harus memikirkan biaya lagi,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari rekam jejak organisasinya. Selama kuliah di UMM, Qodri aktif di Putra Putri Kampus dan AIESEC, serta terlibat dalam proyek Incoming Global Volunteer yang mengelola relawan internasional di Indonesia.

Pengalaman ini membentuk kemampuan komunikasi lintas budaya sekaligus memperkuat kecakapan bahasa Inggrisnya.

Proses seleksi yang ia jalani tergolong kompetitif, mulai dari pemberkasan hingga wawancara. Saat itu, Qodri bahkan tengah menjalani magang di Jakarta.

Namun, dukungan program studi dan IRO membantu memfasilitasi kebutuhan administrasi sesuai standar Eropa, seperti penyusunan CV Europass dan esai berbahasa Inggris.

Untuk syarat bahasa, ia memanfaatkan sertifikasi TAEP (Test of Academic English Proficiency) milik UMM.

Pendampingan juga dilakukan dalam proses konversi mata kuliah agar tetap selaras dengan kurikulum UMM. Sistem konversi dilakukan per mata kuliah sehingga capaian pembelajaran di kampus tujuan tetap relevan dengan standar akademik di kampus asal.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selama mengikuti perkuliahan di Polandia, Qodri merasakan perbedaan metode pembelajaran yang signifikan. Kelas dibagi menjadi sesi teori dan exercise dengan jumlah mahasiswa terbatas.

Mahasiswa dituntut aktif menyampaikan pendapat serta mengaitkan materi dengan kondisi negara asal.

“Di kelas internasional, kami ditanya satu per satu tentang pendapat kami. Dosen sering bertanya, misalnya apa produk unggulan yang bisa dijual dari Indonesia. Hal ini membuat kami terlibat langsung dan tidak hanya mendengarkan ceramah,” jelasnya.

Pengalaman akademik tersebut semakin berkesan karena dijalani bertepatan dengan bulan Ramadan. Ia merasakan suasana puasa di musim dingin dengan durasi relatif singkat, di mana waktu imsak dan berbuka hampir bersamaan sekitar pukul lima.

Tantangan mencari makanan halal disiasatinya dengan memasak bersama rekan asrama dari Turki dan Kirgistan.

Selain itu, hidup di negara dengan penggunaan bahasa Inggris yang terbatas melatih kemandirian dan kesiapan mentalnya untuk keluar dari zona nyaman.

Ia juga aktif membangun relasi melalui Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan komunitas Erasmus Student Network (ESN).

“Jangan takut mencoba meski merasa kemampuan bahasa masih terbatas. Percayalah, pikiran kitalah yang sering membatasi. Kita harus berani mencoba untuk benar-benar tahu rasanya melangkah di dunia luar,” pesannya.

Keberhasilan Qodri menegaskan bahwa sistem akademik UMM yang adaptif dan didukung pendampingan intensif mampu mendorong mahasiswa menembus panggung global sekaligus memperkuat jejak internasional kampus.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡