Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kisah tentang Ketelitian Buka Rapat Koordinasi SD Almadany

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kisah tentang Ketelitian Buka Rapat Koordinasi SD Almadany
Mukhtamil Pranoto membuka rapat koordinasi pimpinan SD Almadany di gazebo flamboyan (Istimewa/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sebuah kisah tentang pentingnya ketelitian mengawali rapat koordinasi antara pimpinan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, dengan Bagian Dikdasmen PNF Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang, Kamis (24/9/2026).

Rapat berlangsung di Gazebo Flamboyan, dekat air mancur di samping area parkir guru dan karyawan SD Almadany. Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, bendahara, serta pengurus Dikdasmen PNF PRM Kedanyang.

Sekretaris Eksekutif Dikdasmen PNF PRM Kedanyang, Drs Mukhtamil Pranoto, membuka rapat secara formal. Setelah itu, ia menyampaikan sebuah kisah yang menggambarkan pentingnya ketelitian dalam menjalankan tugas.

Mukhtamil menceritakan pengalaman yang pernah disampaikan ayahnya, Kari Iman, ketika dirinya masih duduk di bangku SMA pada 1978. Saat itu, Mukhtamil dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 1 Gresik sekaligus Ketua Pimpinan Kelompok IPM Pekelingan Gresik.

“Bapak menceritakan kepada saya bahwa dulu ada orang yang telah diputuskan hukuman mati oleh hakim,” ujar Mukhtamil, yang juga menjabat Ketua Dikdasmen PNF PCM Manyar.

Ia kemudian melanjutkan kisah tersebut. Pada hari pelaksanaan hukuman, banyak orang berkumpul di halaman kantor polisi untuk menyaksikan eksekusi. Berbagai persiapan telah dilakukan.

Ketika orang yang akan menjalani hukuman itu sudah berada di tempat pelaksanaan, algojo bertanya tentang permintaan terakhirnya.

“Tolong bacakan surat keputusan Pak Hakim,” jawabnya.

Algojo kemudian meminta petugas pengadilan mengambil surat keputusan tersebut. Setelah ditemukan, petugas membacakan isi putusan dengan seksama.

Namun, pembacaan surat itu sampai pada kalimat yang berbunyi, “Maka terdakwa dihukum sapi mati.”

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Mendengar kalimat tersebut, orang-orang yang hadir pun bersorak. Surat keputusan kemudian diperiksa kembali. Setelah dibaca ulang, ternyata kalimat tersebut memang tertulis demikian dan telah ditandatangani oleh hakim.

Akibat kesalahan penulisan tersebut, pelaksanaan hukuman tidak dapat dilanjutkan. Orang yang sebelumnya akan menjalani hukuman akhirnya selamat.

Mukhtamil menggunakan kisah tersebut untuk mengingatkan pentingnya ketelitian dalam menjalankan tugas, terutama dalam membuat surat dan dokumen sekolah.

“Jangan sampai terulang kalimat dihukum sapi mati, padahal maksud pembuat surat adalah dihukum sampai mati,” tegasnya.

Kisah Hangat Mengawali Rapat Koordinasi

Kisah tersebut menjadi pembuka rapat koordinasi yang berlangsung pagi itu. Mukhtamil berharap pesan tentang ketelitian dapat menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan jajaran wakilnya dalam menjalankan tugas administrasi maupun pelayanan pendidikan.

Rapat dihadiri Kepala SD Almadany Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nur Aini, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Maulidyah Firdausi, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Lilis Setyawati, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Mahfudz Efendi, S.Pd., M.M., serta Bendahara Sekolah Evilia Dwi Maresta, S.AB.

Sementara dari Dikdasmen PNF PRM Kedanyang hadir Ketua Supriyono Imam Sampurno, M.Si., dan Bendahara H. Mustaqim.

Kisah yang disampaikan Mukhtamil pun menjadi pengingat bahwa ketelitian dalam setiap pekerjaan, termasuk menyusun dokumen, merupakan bagian penting dalam mendukung pengelolaan sekolah yang baik. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu