Sejarah baru Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di luar negeri tercatat di Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia. Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ’Aisyiyah (PRIA) Klang Lama menjadi ranting pertama di dunia yang dikukuhkan secara langsung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Pengukuhan itu berlangsung Ahad (20/9/2026) dan dilakukan Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti. Momen tersebut menandai babak baru perkembangan gerakan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Malaysia.
“Ranting pertama di dunia yang dilantik langsung dari pusat adalah Ranting Istimewa Klang Lama,” tegas Sayuti dalam amanatnya.
Menurut Sayuti, pengukuhan tersebut memiliki nilai historis bagi perkembangan Muhammadiyah di luar negeri. Karena itu, ia meminta jajaran PRIM dan PRIA Klang Lama menjaga eksistensi organisasi dan menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh.
Kesibukan bekerja, kata dia, tidak boleh mematikan semangat berorganisasi. Justru di tengah kesibukan itulah komitmen terhadap persyarikatan diuji.
“Walaupun penat bekerja, masih tetap memikirkan organisasi. Jadi tidak heran, kaum Bangladesa—Bangsa Lamongan Desa—ini sudah terkenal menyebar di mana-mana, semangatnya luar biasa,” ujarnya.
Menjadi Mitra KBRI
Pengukuhan PRIM dan PRIA Klang Lama juga mendapat perhatian dari KBRI Kuala Lumpur. Hadir Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Danang Waskito.
Danang mengapresiasi kemeriahan acara yang menurutnya menunjukkan semangat sekaligus kreativitas warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Malaysia.
“Pelantikan setingkat ranting, tetapi kemeriahannya luar biasa. Setiap ada kata sambutan, pasti ada lagu pengiring saat naik ke pentas,” ujarnya.
Ia melihat kreativitas tersebut sebagai salah satu bentuk dakwah yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Danang juga mengenang keterlibatan ibunya dalam kegiatan ’Aisyiyah.
“Ini bukti keaktifan ’Aisyiyah yang dapat berdakwah dengan kreatif. Ibu saya dulu juga anggota ’Aisyiyah yang aktif samroh rebana,” kenangnya.
Lebih jauh, Danang menegaskan komitmen KBRI Kuala Lumpur untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
Luasnya wilayah Malaysia menjadi tantangan tersendiri bagi KBRI untuk menjangkau seluruh WNI. Karena itu, keberadaan organisasi masyarakat Indonesia di berbagai wilayah dapat membantu memperluas jangkauan tersebut.
Danang berharap PRIM dan PRIA Klang Lama dapat menjadi mitra KBRI dalam menjangkau masyarakat Indonesia.
“PRIM dan PRIA dapat menjadi mata, telinga, dan tangan KBRI. Karena KBRI tidak dapat menjangkau seluruh lokasi yang tersebar di Malaysia. Tentu KBRI siap jika ormas melakukan koordinasi dan komunikasi terkait pelayanan dan perlindungan WNI/PMI,” tegasnya.
Pengukuhan PRIM dan PRIA Klang Lama turut disaksikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Tamhid Mashudi dan Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur Zaenal Arifin.
Peristiwa di Klang Lama ini sekaligus memperlihatkan semakin luasnya ruang gerak Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di luar negeri. Dari sebuah ranting, gerakan itu kini memiliki pijakan baru untuk menguatkan dakwah, pelayanan, dan jejaring warga Indonesia di Malaysia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments