Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunci Menjadi Manusia Beruntung Disampaikan pada Puncak Milad IGABA ke-28 di Gresik

Iklan Landscape Smamda
Kunci Menjadi Manusia Beruntung Disampaikan pada Puncak Milad IGABA ke-28 di Gresik
Sekertaris PDM Kabupaten Gresik memberikan kajian Iftitah dalam acara Puncak Milad IGABA Kabupaten Gresik yang ke-28. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Tiga hal penting agar seorang hamba menjadi manusia beruntung disampaikan dalam Kajian Iftitah Milad Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik ini dihadiri 453 guru KB-TK Aisyiyah, para ustadz TPQ, serta tamu undangan instansi terkait.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Yusuf Diachmad Sabri STM BA, mengapresiasi para guru dan mengajak mereka menjadi insan beruntung.

Pertama, menanamkan keimanan sejak usia emas, yaitu 1–6 tahun. Usia ini menjadi masa pembiasaan sebelum kewajiban salat di usia tujuh tahun.

Kedua, ikhlas dan gembira dalam mendampingi anak. Guru yang gembira akan memudahkan anak belajar dengan bahagia.

Ketiga, mandiri tanpa meninggalkan nilai ukhuwah.

Keimanan pada Usia Emas

“Menanamkan keimanan adalah tanggung jawab kita. Salah satunya membiasakan salat tepat waktu sejak dini,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar orang tua dan guru memberi perhatian serius pada pembiasaan salat.

“Jangan sampai bingung saat tumbler hilang, tetapi santai ketika anak kehilangan waktu salat Subuh,” selorohnya disambut senyum peserta.

Ujian Keikhlasan

Ia mengajak peserta merenungkan keikhlasan dalam beramal.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Bagaimana menguji keikhlasan? Jika kita berbuat baik lalu diolok-olok, tetapi hati tetap tenang, itulah ikhlas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ikhlas akan melahirkan kesabaran.

“Sabar itu seperti payung. Ia tidak menghentikan hujan, tetapi melindungi kita dari basah,” tuturnya memberi perumpamaan.

Kemandirian dan Kepemimpinan

Yusuf mengingatkan prinsip penting dalam organisasi.

“Tidak ada Muhammadiyah tanpa jamaah. Tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan. Dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan,” ungkapnya.

Menurutnya, inti kepemimpinan adalah komunikasi, dan inti komunikasi adalah kepemimpinan. Karena itu, setiap kader harus membuka diri untuk berdialog dan bekerja sama demi kemajuan.

 

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu