Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunjungan PP Muhammadiyah ke Konjen RI di Osaka Jepang

Iklan Landscape Smamda
Kunjungan PP Muhammadiyah ke Konjen RI di Osaka Jepang
pwmu.co -
Penyerahan cinderamata dari PP Muhammadiyah ke Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Osaka (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr KH Saad Ibrahim bersilaturahmi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka, John Cahyanto Bustami.

Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi Ketua dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, yakni Ustadz Dr Muhammad Ziyad MA dan Ustadz Marjuki.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun penuh makna tersebut, dibahas sejumlah topik strategis, salah satunya tentang potensi kerja dan studi bagi warga negara Indonesia di Jepang. Konjen RI Osaka menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 230.000 warga Indonesia yang tinggal di Jepang, baik sebagai pekerja migran maupun pelajar. Jumlah ini dinilai masih sangat kecil dibandingkan dengan peluang kerja yang tersedia, terutama di sektor profesional seperti tenaga perawat, teknisi, dan bidang lainnya.

Menurut KJRI, Jepang saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja dari luar negeri, khususnya untuk mengisi kekosongan tenaga perawat di panti-panti jompo yang merawat kaum lansia. Ini merupakan peluang besar bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan fakultas keperawatan atau politeknik kesehatan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, KH Saad Ibrahim menyambut baik peluang tersebut. Ia menekankan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah memiliki banyak lembaga pendidikan seperti SMK dan fakultas keperawatan yang dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menambahkan bahwa kehadiran pekerja migran Indonesia di Jepang tidak hanya sebatas mencari penghasilan tinggi, tetapi juga memiliki misi mulia: berdakwah. Menurutnya, mereka bisa memperkenalkan ajaran Islam rahmatan lil alamin melalui pelayanan yang tulus, penuh dedikasi, dan kasih sayang kepada kaum lansia yang mereka rawat.

“Ini ladang dakwah luar biasa. Dengan perilaku dan etos kerja yang baik, para perawat kita dapat menunjukkan wajah Islam yang damai dan penuh kasih,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pekerja migran muslim di Jepang berkesempatan melaksanakan ibadah haji tanpa harus antre lama seperti di Indonesia. Informasinya, kuota haji untuk masyarakat Muslim Jepang sekitar 250 orang, dan sejauh ini kuota tersebut belum selalu terpenuhi tiap tahunnya. “Ini bonus yang Allah berikan,” ujar Ziyad.

Sebagai contoh, salah satu pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang diketahui baru saja menunaikan ibadah haji tahun ini. Yang bersangkutan sudah menjadi penduduk tetap (permanent resident) di Jepang, sehingga bisa berangkat lebih cepat.

Mengakhiri pertemuan, KH Saad Ibrahim menyerahkan cendera mata dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada Konjen RI di Osaka. Sebaliknya, Konjen pun membalas dengan menyerahkan cendera mata kepada Ketua PP Muhammadiyah tersebut. (*)

Penulis Abu Thariq Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu