Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Langit Tidak Berubah, tetapi Jalan Hidup Berbelok oleh Doa

Iklan Landscape Smamda
Langit Tidak Berubah, tetapi Jalan Hidup Berbelok oleh Doa
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM
pwmu.co -

Doa bisa mengubah nasib karena ada takdir yang bisa diubah (muallaq) melalui usaha dan permohonan kepada Allah SWT. Itu seperti yang diajarkan dalam Islam, di mana doa menjadi sebab terkuat meraih kebaikan dan menghindari keburukan, namun harus diiringi ikhtiar (usaha) dan keyakinan yang kuat bahwa Allah akan mengabulkan.

Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

يَمْحُوْا اللّٰهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۚ وَعِنْدَهٗۤ اُمُّ الْكِتٰبِ

“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuz).” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 39)

Doa lebih kuat bahkan dari takdir yang dituliskan. Doa di sepertiga malam, mampu mengubah apa yang telah dituliskan.

Doa memohon kepada Allah agar menghapus takdir buruk dan menggantinya dengan yang baik, seperti doa yang dicontohkan Umar bin Khattab: “Ya Allah, seandainya Engkau mencatatku termasuk orang yang sengsara, maka hapuslah catatan itu dan catatlah aku sebagai orang yang bahagia.

Doa memiliki pengaruh mengubah apa yang ditetapkan Allah kepada manusia sebelum terjadi. Akan tetapi, perubahan karena sebab doa itu telah ditetapkan Allah sebelumnya.

Jangan mengira bahwa apabila telah berdoa, berarti meminta sesuatu yang belum ditetapkan. Tidak seperti itu. Doa yang dipanjatkan hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut juga telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, terkadang kita menjumpai seseorang yang mendoakan kesembuhan untuk  orang sakit, kemudian sembuh.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dan juga kisah sekelompok sahabat yang diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam singgah bertamu di suatu kaum, tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan seekor ular menyengat pemimpin mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca doa kepadanya agar sembuh.

Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk membacakan doa kesembuhan kepadanya.

Kemudian mereka (kaum) memberikan sepotong kambing, maka berangkatlah salah seorang dari sahabat untuk membacakan al-Fatihah untuknya.

Maka, hilanglah racun tersebut seperti unta terlepas dari ikatannya. Maka, bacaan doa tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.

Dengan demikian, doa memiliki pengaruh, namun tidak mengubah ketetapan Allah. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran doa yang juga telah tertulis.

Segala sesuatu terjadi karena ketentuan Allah, begitu juga segala sebab memiliki pengaruh terhadap musabbab (akibat)-nya dengan kehendak Allah. Semua sebab telah tertulis dan semua hal yang terjadi karena sebab itu juga telah tertulis. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu