Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tarawih Jam 01.30 Dinihari Serasa sedang Jum’atan

Iklan Landscape Smamda
Tarawih Jam 01.30 Dinihari Serasa sedang Jum’atan
Jamaah qiyamullail yang memadati ruang utama masjid Al Falah Surabaya (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)
Oleh : Muhkholidas

Pukul 01.15 dinihari, 17 Maret 2026. Dari Jalan Darmokali belok ke Jalan Porong menuju Masjid Al Falah, jalanan mulai macet. Lalu lalang jamaah begitu padat. Mencari tempat parkir roda dua lumayan jauh dari bangunan utama masjid yang berlokasi di Jl Raya Darmo 137 A itu..

“Ini kayak mau Jum’atan ya, yah,” begitu celetuk anak saya melihat kepadatan dinihari itu. Pengibaratan itu tidak sepenuhnya salah karena jamaah qiyamullail kali ini memang membludak. Jalan Porong kanan-kiri sudah dipenuhi mobil yang parkir. Bahkan di sisi utara, parkirnya sudah berderet dua lajur.

Qiyamullail dinihari itu, yang bagi saya salat Tarawih, setiap tahun memang cukup ramai. Apalagi memasuki akhir Ramadan, jamaah selalu meningkat. Kepadatan yang lebih ini biasanya melonjak pada tanggal 20 Ramadan ke atas.

Memasuki area masjid, ternyata sulit mendapat tempat untuk duduk. Pingin masuk ke ruang utama, tapi sudah penuh dengan jamaah yang duduk khusyuk. Harus menunggu saat salat ditunaikan agar muat masuk ke dalam. Akhirnya, kami berdua duduk di serambi masjid yang saat Jumatan juga digunakan untuk jamaah duduk.

Ketika salat ditunaikan, 19 saf di ruang utama masjid penuh. Sehingga teras depan dan di sampingnya juga digunakan untuk menampung jamaah. Benar-benar mirip salat Jumat. Kondisi yang sama juga terjadi pada jamaah putri yang bertempat di lantai 2.

Malam itu, surat yang dibaca Imam termasuk surat pendek. Sebab, yang bacaan Alquran yang diumumkan imam untuk dibaca dalam salat adalah surat-surat yang biasa saya dengar. Masih masuk di juz 29: al-Mulk, al-Qalam, al-Haqqah, dan al-Ma’arij. Dinihari ini, salat sambil membuka mushaf digital itu tidak saya lakukan.

Hal ini berbeda dengan 2 malam sebelumnya berturutan. Imam membaca surat az-Zumar dan Ghafir, surat yang berada dalam urutan ke-39 dan ke-40. “Untuk malam hari ini kita akan membaca surat az-Zumar,” kata imam sebelum salat saat itu, 15 Maret. Imam mengumumkan surat apa yang akan dibaca dalam shalat, sehingga jamaah tidak merasa blank.

Karena 2 surat itu saya tidak hafal, maka dalam 2 hari sebelumnya itu saya salat sambil pegang handphone. Saya membuka aplikasi Alqur’an, menyimak surat yang dibaca imam.

Suasana masjid Al Falah pada jam 23.00-an wib belum terlalu padat (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)
Suasana masjid Al Falah pada jam 23.00-an wib belum terlalu padat (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)

“Kayak jamaah di Masjidil Haram yang kita lihat di tivi, kan ada yang pegang Alquran untuk menyimak bacaan imam,” begitu jawaban saya saat anak protes karena ayahnya pegang hp saat salat.

2 Rakaat 15 Menit

Qiyamullail selalu tepat dimulai pada pukul 01.30 wib. Untuk 8 rakaat tarawih, biasanya selesai antara pukul 02.30 – 02.35 wib. Jika ditambah dengan witir, biasanya selesai antara pukul 02.50 – 02.55 wib.

Formasi Qiyamullail yang dipakai adalah  2-2-2-2. Kemudian diakhiri dengan witir, dilanjutkan sahur. Jika dirata-rata, durasi 2 rakaat rata-rata 15-16 menit.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di masjid ini, saya memang tidak mengikuti jamaah witirnya. Sebab, ada praktik doa qunut yang saya tidak sependapat. Bahkan meskipun witir di Masjidil Haram pakai qunut, saya tetap tidak sreg.

Bagi saya, karena masuk dalam “bagian dari salat”, bagaimanapun harus merujuk pada sunnah Nabi Muhammad. Tidak bisa hanya dengan sunnah sahabat. Apalagi yang riwayatnya masih diperdebatkan.

Saat witir ditunaikan masjid Al Falah, saya biasanya mundur ke belakang. Dan shalat sendiri bersama anak saya. Dan, malam ini kami menunaikannya di teras masjid. Karena ruang utama memang penuh.

Durasi salat witir kami pun tentu tidak sampai 15 menitan. Masih kalah jauh lama dengan durasi doa qunut yang 16-an menit.

Jamaah yang membludak untuk salat Tarawih di waktu dinihari memberi pelajaran. Bahwa tidak sedikit umat Islam yang ingin menunaikan salat ini di waktu yang hening. Sebab, di mana pun masjid yang mengadakan kegiatan serupa, selalu dipenuhi jamaah.

Tarawih ataupun Qiyamullail yang dilaksanakan dinihari memikat banyak orang. Bahkan bisa dibilang, ia menjadi salah satu tren yang berkembang baik. Terutama di perkotaan. Di mana pun masjid, terutama yang akses transportasinya mudah, ia akan selalu diserbu jamaah.

Suasana depan masjid Al Falah usai salat qiyamullail (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)
Suasana depan masjid Al Falah usai salat qiyamullail (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)

Usai witir ditunaikan, dilanjutkan dengan sahur dan salat Subuh. Sekitar jam 05.10-an, saya sudah sampai di rumah. “Besuk berdiam diri lagi di masjid itu ya, yah. Makanan sahurnya enak,” kata anak saya sebelumnya sahur soto daging.

Bagaimana dengan masjid di tempat Anda?

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 17/03/2026 05:52
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡