Kegiatan Ramadan Bersama Lansia yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sukorejo menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan 1447 H yang berfokus pada pembinaan keagamaan sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat lanjut usia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (15/3/2026), dengan melibatkan para lansia sebagai peserta utama.
Sejak pagi, para lansia telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Sebagian peserta tampak duduk sambil bercengkerama, sementara lainnya menunggu giliran untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Kehadiran mereka tidak hanya untuk mengikuti agenda keagamaan, tetapi juga untuk memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PRA Sukorejo dalam menghadirkan program Ramadan yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kesehatan. Oleh karena itu, selain kegiatan keagamaan, panitia juga menghadirkan sesi edukasi kesehatan bagi para peserta.
Pada kegiatan tersebut, edukasi kesehatan disampaikan oleh dr. Citra Ahdi Prasetya, SpOT., AIFO-K. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh seiring bertambahnya usia. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh para peserta.
“Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami beberapa perubahan, seperti penurunan massa tulang, massa otot, serta keseimbangan tubuh,” jelasnya di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti osteoporosis, osteoarthritis, dan sarcopenia. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko jatuh maupun patah tulang, terutama pada kelompok lanjut usia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan massa tulang setelah memasuki masa menopause akibat menurunnya kadar hormon estrogen. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan tulang pada perempuan usia lanjut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat dicegah dengan menjaga tiga pilar utama kesehatan tulang, yaitu aktivitas fisik, asupan nutrisi yang baik, dan penerapan gaya hidup sehat. Dalam kesempatan itu, para peserta juga diajak untuk tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.
Menurutnya, aktivitas fisik tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Jalan kaki, senam ringan, serta latihan keseimbangan dapat menjadi pilihan yang sesuai bagi lansia. Ia juga menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan secara rutin.
Ia menambahkan bahwa aktivitas fisik idealnya dilakukan minimal 150 menit dalam satu minggu atau sekitar 30 menit setiap hari selama lima hari. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu menjaga kekuatan tulang, memperkuat otot, serta mengurangi risiko terjadinya cedera akibat jatuh.
Selain edukasi, para peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Forkom Karyawan RS Muhammadiyah Lamongan. Pemeriksaan tersebut disertai dengan pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan masing-masing peserta.
Ketua PRA Sukorejo, Hazar Falasifa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lansia.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk berbagi. Kami ingin para lansia tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga bekal pengetahuan untuk menjaga kesehatannya,” ujarnya.
Selain kegiatan ini, PRA Sukorejo juga menyelenggarakan berbagai program lain selama bulan Ramadan, seperti iftor Ramadan di sejumlah masjid dan panti asuhan, khotmil Al-Qur’an secara daring, tahsin Al-Qur’an, kajian fikih Ramadan, serta penyaluran infak untuk lembaga Aisyiyah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PRA Sukorejo berharap Ramadan dapat dimaknai tidak hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments