Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Latgab Sukardi, Rakanda Arief Tekankan Pentingnya Akhlak Pandu Hizbul Wathan

Iklan Landscape Smamda
Latgab Sukardi, Rakanda Arief Tekankan Pentingnya Akhlak Pandu Hizbul Wathan
Rakanda Arief Tekankan Pentingnya Akhlak Pandu Hizbul Wathan dalam Latihan Gabungan (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat di Aula SMA Muhammadiyah 10 Sugio, Lamongan pada Sabtu (6/9/2025) dalam Latihan Gabungan (Latgab) Penghela Qobilah.

Kegiatan ini diikuti tiga sekolah Muhammadiyah, yakni SMA Muhammadiyah 10 Sugio, SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng, dan SMA Muhammadiyah 8 Sukodadi yang disingkat Sukardi (Sugio, Karanggeneng, sukodai), berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Acara dimulai pukul 11.00 hingga 12.30 WIB dengan menghadirkan narasumber Rakanda M Arief Andriansyah, Wakil Ketua Bidang Literasi dan Pustaka Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya memahami materi ke-HW-an yang berfokus pada pembentukan karakter dan akhlak Pandu Hizbul Wathan.

Dalam paparannya, Rakanda Arief menguraikan bahwa Hizbul Wathan (HW) bukan hanya wadah kegiatan kepanduan, tetapi juga sarana pendidikan karakter.

Ia menegaskan bahwa tujuan HW sebagaimana tercantum dalam maksud dan tujuan organisasi adalah mendidik generasi muda agar menjadi pribadi Muslim yang beriman, berilmu, berteknologi, dan berakhlak mulia.

“Inilah nilai dasar yang harus ditanamkan kepada setiap Pandu HW,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan hal tersebut dengan Kode Kehormatan Pandu HW yang meliputi Janji Pandu dan Undang-Undang Pandu HW. Menurutnya, kode kehormatan merupakan landasan pembinaan anggota sekaligus ruh perjuangan HW.

Melalui kode tersebut lahirlah akhlak mulia yang wajib dimiliki setiap pandu, seperti jujur, disiplin, suka menolong, sopan, pemaaf, hemat, serta menjaga kesucian lahir batin.

Rakanda Arief juga menyinggung sejarah berdirinya HW oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1918 yang bertujuan mencetak generasi Muhammadiyah yang tangkas, berdisiplin, sekaligus berakhlak Islami.

Nilai-nilai tersebut nyata diwujudkan dalam Undang-undang Pandu HW, di antaranya dapat dipercaya, setia, penyayang, sabar, teliti, hemat, dan menjaga perdamaian.

Selain itu, struktur HW melalui qobilah disebut memiliki peran penting dalam membina anggota dari tingkat Athfal, Pengenal, Penghela, hingga Penuntun agar tumbuh menjadi generasi yang siap membela agama, bangsa, dan tanah air dengan akhlak mulia sebagai fondasi.

“Akhlak Pandu HW adalah implementasi nyata dari kode kehormatan. Jadi, materi HW itu memberikan dasar ideologis, sementara akhlak adalah wujud praktis dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa akhlak, kepanduan kehilangan rohnya,” jelas Rakanda Arief penuh penekanan.

Penyampaian materi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Dengan penuh antusias, para pandu mengikuti jalannya sesi hingga akhir. Diskusi hangat pun tercipta, memperlihatkan semangat belajar dan tekad mereka untuk mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan.

Kegiatan ditutup dengan penuh keceriaan melalui tepuk HW, simbol kekompakan dan semangat pantang menyerah dari para anggota.

Latgab ini diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarqobilah sekaligus memperkuat pemahaman para pandu tentang pentingnya membangun akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu