Lazismu Jawa Timur kembali menggelar Uji Kompetensi Sertifikasi Amil Batch 2 Tahun 2026 yang diikuti 36 amil perwakilan Lazismu daerah se-Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di UPT Peningkatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kota Malang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026) tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi amil agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan secara profesional serta sesuai standar nasional.
Acara dibuka secara resmi pukul 09.00 WIB. Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Lazismu Jawa Timur Prof. Sigit Hermawan dan Sekretaris Lazismu Jawa Timur Zaenal Arifin.
Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting untuk memperkuat pengakuan profesional terhadap para amil. PWM Jawa Timur menargetkan sedikitnya 100 amil di wilayahnya memiliki sertifikat kompetensi resmi.
“Adanya sertifikasi Amil ini merupakan suatu kemajuan yang dimiliki oleh Lazismu, karena targetnya bisa melegitimasi Amil yang bersertifikat 100 orang di Jawa Timur,” kata Zainul saat menyampaikan sambutan pembukaan.
Menurutnya, sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi bukti kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kualitas pengelolaan zakat agar semakin akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Zainul juga menyoroti sejumlah inovasi program kemanusiaan Lazismu Jawa Timur yang telah mendapat pengakuan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satunya adalah Rendangmu, produk olahan daging kurban dalam kemasan kaleng yang dikembangkan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan.
Inovasi tersebut menunjukkan upaya Lazismu Jawa Timur dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terarah serta bertanggung jawab.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjaga integritas dan menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi amil. Menurutnya, amanah dalam mengelola dana umat harus selalu diiringi komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Inovasi seperti Rendangmu itu bukti kalau Lazismu Jatim selalu siap memberi solusi cepat saat masyarakat membutuhkan. Karena itu, jaga terus rasa bangga jadi amil dan pegang teguh amanah dalam mengelola zakat,” jelasnya.
“Tetaplah menjadi amil yang bangga akan profesinya, terutama di Lazismu, untuk kebermanfaatan umat dalam penyaluran zakat. Semoga amanah dan berkemajuan,” tutur Zainul.
Melalui program bertema “Meningkatkan Kompetensi, Menguatkan Amanah, Menghadirkan Manfaat untuk Umat”, para peserta menjalani serangkaian uji kompetensi teknis. Proses ini bertujuan memastikan para amil memiliki kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara profesional.
Dengan adanya sertifikasi tersebut, Lazismu Jawa Timur berharap kualitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan zakat semakin meningkat. Target 100 amil bersertifikat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola lembaga sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat.





0 Tanggapan
Empty Comments