Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lebaran di Negeri Orang, Mahasiswa UMM Jalan Jauh demi Salat Id

Iklan Landscape Smamda
Lebaran di Negeri Orang, Mahasiswa UMM Jalan Jauh demi Salat Id
Iyaka Samanda Caysar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang
pwmu.co -

Merayakan Hari Raya Idulfitri jauh dari keluarga menghadirkan pengalaman emosional yang tak biasa. Terlebih ketika momen kemenangan itu dijalani di lingkungan kampus dengan mayoritas mahasiswa non-Muslim.

Pengalaman reflektif tersebut dirasakan oleh Iyaka Samanda Caysar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024, yang menjalani Lebaran di Malaysia. Jauh dari kampung halaman, ia menemukan makna baru Idulfitri sebagai perantau.

Yaka, sapaan akrabnya, tengah mengikuti program student mobility di INTI International University, Negeri Sembilan, Malaysia. Program tersebut berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa suasana Lebaran di sana terasa kontras dibandingkan Indonesia, terutama karena lingkungan kampus yang multikultural dan tidak didominasi mahasiswa Muslim.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah Idulfitri menjadi tantangan tersendiri. Fasilitas salat Id tidak tersedia di dalam kampus, sehingga ia dan teman-temannya harus mencari masjid di luar area kampus.

“Untuk bisa melaksanakan salat Ied, kami harus keluar dari area kampus dan menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju masjid terdekat,” ujarnya.

Meski demikian, Yaka tetap merasakan kehangatan Lebaran melalui kebersamaan dengan mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka tinggal dalam satu lingkungan hostel, sehingga suasana Idulfitri tetap terasa walau sederhana.

Di luar komunitas tersebut, suasana Lebaran cenderung sepi. Banyak mahasiswa internasional memilih berlibur, membuat aktivitas kampus tidak seramai biasanya. Kontras ini membuat Yaka merasakan perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan Lebaran di Indonesia.

“Lebaran di sini terasa sangat berbeda, karena tidak semeriah di Indonesia,” tuturnya.

Namun, di balik kesunyian itu, Yaka justru menemukan makna baru tentang Idulfitri. Ia belajar bahwa kebersamaan di hari kemenangan tidak selalu hadir dalam kemeriahan besar, tetapi juga dapat tumbuh dari komunitas kecil di perantauan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya melalui program student mobility. Ia memperoleh kesempatan itu melalui rekomendasi dosen, kemudian mengikuti proses seleksi hingga dinyatakan lolos.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Kesempatan ini menjadi titik penting bagi saya untuk berkembang, karena harus melalui proses seleksi dan persiapan yang matang,” ungkapnya.

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperluas wawasan global. Ia berkesempatan mengasah soft skill sekaligus memahami standar industri teknologi di tingkat internasional.

“Program ini saya ikuti untuk mempelajari sistem pembelajaran di luar negeri, sekaligus memahami kebutuhan perusahaan internasional terhadap mahasiswa,” jelasnya.

Keberanian Yaka keluar dari zona nyaman mencerminkan mental tangguh mahasiswa UMM. Ia menyadari bahwa persaingan global menuntut kesiapan yang matang.

Karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa lain untuk mempersiapkan diri sejak dini, terutama dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan semangat belajar.

Pengalaman Yaka menjadi bukti komitmen UMM dalam mencetak lulusan berwawasan global. Kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural.

Lebaran di negeri jiran ini pun menjadi saksi keberanian mahasiswa UMM dalam merajut asa dan menapaki panggung dunia.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡