Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Legitnya Pudak Lelehkan Suasana Malam Peserta Raker dan Bengkel Jurnalistik PWMU

Iklan Landscape Smamda
Legitnya Pudak Lelehkan Suasana Malam Peserta Raker dan Bengkel Jurnalistik PWMU
Suli Da'im (kanan) mencoba pudak yang dibawa oleh Redaktur PWMU.CO asal Gresik (Wildan/PWMU.CO)

Suasana malam di Villa Graha Umsida Trawas Mojokerto pada Senin (1/9/2025) cukup dingin. Rasa dingin tersebut cukup menusuk tulang para peserta Rapat Kerja (Raker) dan Bengkel Jurnalistik PWMU. Tampak para peserta memakai hoodie dan jaket untuk menahan rasa dingin.

Silakan, pudaknya datang…

Tim redaksi PWMU.CO dari Gresik yang terdiri dari Musyrifah, Estu Rahayu, Waviq Amiqoh, Fatma Hajar Islamiyah, dan Bening Satria memecah dinginnya suasana dengan membawa beberapa ikat pudak.

Para peserta Raker bergegas berkumpul ke pantry untuk mencoba pudak yang dibawa rombongan dari Gresik tersebut.

“Rasa manisnya khas, itu yang jadi keistimewaan pudak. Selain itu, aroma wangi dari pelepah pinang menjadikan pudak semakin menggugah selera,” ujar pemateri Raker dan Bengkel Jurnalistik, Dr H Suli Daim SPd SM MM yang merupakan Wakil Ketua Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Salah satu Redaktur PWMU.CO asal Gresik, Estu Rahayu, menceritakan bagaimana perjalanan pudak menjadi oleh-oleh khas Gresik.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Dulu pudak itu menjadi oleh-oleh para santri Sunan Giri ketika pulang ke kampung masing-masing. Para santri biasanya pulang dengan membawa pudak dan otak-otak bandeng,” kisah Estu.

Guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) tersebut kemudian menerangkan bahwa pudak itu ada beberapa jenisnya. “Ada tiga jenis pudak yang bisa dilihat dari tali pengikatnya. Yang berwarna putih berarti isinya berwarna putih, kemudian yang talinya hijau berarti isinya hijau, yang mana warna tersebut didapat dari daun pandan. Yang terakhir adalah pudak yang berwarna coklat yang warnanya didapat dari gula Jawa dan terbuat dari tepung sagu,” jelasnya.

“Pudak cocok dijadikan oleh-oleh karena bisa bertahan seminggu dan cara penyimpanannya mesti digantung,” sambung Estu.

Pudak yang dibawa oleh tim redaktur dari Gresik tersebut berhasil mencairkan suasana Raker dan Bengkel Jurnalistik PWMU di malam dingin tersebut. “Joss!” kata Alfain Jalaluddin Ramadlan, tim reporter PWMU.CO ketika mencoba pudak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡