
Dorong Gerakan Buka Kelas
Ketua LSPTM Nurwidodo, menambahkan lesson study mendorong keterbukaan dalam dunia pembelajaran. Karena bersifat terbuka tersebut, maka sekolah ataupun guru seperti mendapatkan dorongan untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik.|
“Bilamana ini telah menjadi kebiasaan yang membudaya, maka kualitas pembelajaran akan terjaga dan menjadi upaya untuk penjaminan mutu internal berkelanjutan (continues quality improvement),” katanya.
Nurwidodo menegaskan, hal ini penting dalam kerangka menghadapi persaingan yang semakin ketat memasuki tantangan hidup abad ke-21, VUCA, dan generasi emas tahun 2040, di mana dunia pendidikan menjadi tumpuan serta harapan bagi pembentukan generasi yang unggul sesuai dengan tuntutan zamannya.
“Oleh karena itulah maka program LSPTM ke depan akan selalu menggelorakan semangat Gerakan Buka Kelas yang sangat sinergis dengan implementasi program Sekolah Penggerak yang disandang beberapa sekolah Muhammadiyah di Indonesia,” terangnya.
Sinergitas yang terasa kuat antara LSLC dengan Sekolah Penggerak ini getarannya dirasakan secara intens oleh tim Lesson Study UMG.
Dekan FKIP UMG Nur Fauziah menyatakan mindset Guru Penggerak maupun Sekolah Penggerak sangat cocok dengan semangat buka kelas di lesson study.
Dia menjelaskan, sudah lebih dari 15 kali dilakukan kegiatan buka kelas selama satu semester di sekolah yang menjadi binaannya. Menurutnya, kepala sekolah mendukungnya karena membawa manfaat peningkatan mutu pembelajaran menjadi diutamakan.
“Bilamana mutu pembelajaran terjamin, maka animo masyarakat kepada sekolah akan meningkat dengan sendirinya,” katanya.
Baca sambungan di halaman 3: Siswa sebagai Subjek





0 Tanggapan
Empty Comments