Keceriaan terlihat dari wajah 16 siswa Daejo Middle School, Busan, Korea Selatan, saat mengikuti hari kedua program student exchange di SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya, Selasa (13/1/2026).
Setelah pada hari sebelumnya mengenal lingkungan sekolah, para siswa asal Negeri Ginseng tersebut diajak mengenal budaya Indonesia melalui permainan tradisional dan kuliner khas, yakni bakso.
Agenda hari kedua diawali dengan sesi pengenalan permainan tradisional Indonesia. Para siswa tampak antusias mencoba berbagai permainan yang dahulu lazim dimainkan anak-anak Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta pertukaran pelajar diajak memahami bentuk permainan sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan masa kecil masyarakat Indonesia.
Kepala Urusan Kurikulum Spemma Pucang, Rusdian Agustifani, S.Pd., menjelaskan bahwa sesi permainan tradisional bertujuan memberikan gambaran tentang budaya bermain anak-anak Indonesia.
“Selain mengenalkan kepada anak-anak dari Korea, permainan ini juga kami munculkan agar anak-anak Indonesia sendiri tetap mengetahui permainan tradisional zaman dulu,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan agenda pengenalan kuliner Indonesia melalui praktik membuat bakso. Pihak sekolah memilih bakso karena makanan tersebut dikenal luas oleh berbagai kalangan dan mudah diterima oleh peserta pertukaran pelajar.
Dalam sesi ini, para siswa Korea tidak hanya mencicipi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan. Sekolah menyiapkan bakso dalam bentuk beku untuk memudahkan dan menjaga kebersihan selama kegiatan. Fokus utama pembelajaran diarahkan pada proses meracik kuah bakso agar menghasilkan cita rasa yang sesuai dengan karakter kuliner Indonesia.
Saat sesi mencicipi, para siswa Korea menunjukkan respons positif terhadap rasa bakso yang mereka buat sendiri. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan budaya kuliner sekaligus pengalaman belajar yang bersifat praktis.
Program student exchange ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kunjungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memperluas jejaring pendidikan internasional melalui pertukaran budaya.
Rusdian berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat memberikan kesan positif.
“Harapannya, ketika mereka kembali ke Korea, mereka menyebarkan pengalaman positif ini kepada teman-teman dan masyarakat di sana. Sehingga mereka tertarik dengan Indonesia dan warga Korea bisa mengunjungi Indonesia di kemudian hari,” pungkasnya.
Kunjungan siswa Daejo Middle School ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Busan dan Surabaya melalui kegiatan pertukaran pelajar yang bersifat edukatif dan berbasis budaya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments