Ahad pagi (31/8/2025), halaman Masjid An-Nur di jantung Kota Sidoarjo terasa berbeda. Ratusan peserta dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah masing-masing berkumpul dengan penuh semangat, mengenakan busana muslim yang rapi. Mereka datang bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga merayakan kecintaan pada al-Quran, sunnah, dan syiar Islam berkemajuan dalam ajang Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) ke-2 tingkat Kabupaten Sidoarjo.
Di tengah riuhnya suasana, santri-santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Porong tampil memukau. Dengan suara tenang, intonasi jelas, dan ketelitian yang terjaga, mereka meraih prestasi gemilang. Louisa Viola Chia, santriwati kelas 12, berhasil meraih Juara 1 Lomba Baca Kitab Gundul. Prestasi itu dilengkapi oleh rekannya, Navinza Arti Zakiy kelas 12, yang meraih Juara 2, serta Amjad Ikhtiaruddin kelas 11, yang membawa pulang Juara 3 di cabang lomba yang sama.
Tak berhenti di situ, M. Fahmi Azzam dari kelas 10 juga mempersembahkan Juara 2 Syarhil Qur’an dengan penampilan fasih dan penuh makna. Sementara itu, dari cabang Lomba Imam Shalat, Risky Ahmad Samudra, santri kelas 9, turut meraih Juara 2. Ia menunjukkan kematangan dan kepiawaian memimpin jamaah meski masih belia.
Kepala Pengasuhan Santri MBS Porong memberikan apresiasi tinggi kepada para santri yang telah mengharumkan nama sekolah sekaligus Persyarikatan Muhammadiyah di Porong. Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan hanyalah bonus. “Anak-anakku, kalian tidak hanya berhenti pada lomba. Kalian adalah kader yang siap bermanfaat untuk Persyarikatan. Jadi, kalah atau menang, kalian tetap pilihan terbaik kami,” ujarnya penuh makna.
FASHMU bukan sekadar festival mencari pemenang. Menurut Moh Saifullah Rochim SE MPd, Ketua Divisi TPQ Majelis Tabligh PDM Sidoarjo, tujuan penyelenggaraan FASHMU ke-2 ini adalah:
- Menguatkan fondasi syariat Islam pada generasi muda Muhammadiyah.
- Memasyarakatkan al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup.
- Meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia santri.
- Menjadi tolok ukur pembinaan al-Quran dan Sunnah di lingkungan Muhammadiyah.
- Melahirkan kader Qur’ani yang kelak mewakili Sidoarjo di tingkat PWM Jawa Timur.
“Dengan semangat fastabiqul khairat, kami berharap lahir generasi penerus Muhammadiyah yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengemban amanah umat,” tegasnya.
FASHMU tingkat Kabupaten Sidoarjo tahun ini tidak hanya melahirkan bibit da’i muda, tetapi juga merekatkan ukhuwah antar-TPQ Muhammadiyah. Bagi santri MBS Porong, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk melangkah lebih jauh. Saifullah juga menegaskan bahwa peserta terbaik FASHMU kabupaten akan diproyeksikan mewakili PDM Sidoarjo di FASHMU tingkat PWM Jawa Timur.
Bagi santri MBS Porong, kemenangan ini adalah awal perjalanan panjang. Sorot mata Louisa, Navinza, Amjad, Fahmi, dan Risky mencerminkan tekad santri yang terus tumbuh. Mereka bukan sekadar juara di panggung FASHMU kabupaten, tetapi juga calon penerus estafet dakwah berkemajuan di panggung yang lebih luas.
Dari Porong, cahaya itu berangkat—menyapa Sidoarjo dan menyalakan harapan lebih besar: lahirnya generasi kader tangguh, rendah hati, dan siap mengabdi untuk umat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments