Suasana hangat penuh semangat menyelimuti Aula SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) pada Sabtu pagi (15/11/2025). Ratusan siswa dari berbagai sekolah tampak antusias mengikuti pembukaan Lomba Pramilad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di bawah naungan PCM Tulangan. Tahun ini, Smamuga dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat tersebut.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Ahmad Alfarizi MPd—akrab disapa Ustadz Faris—membuka acara dengan pesan yang membangkitkan motivasi. Dengan gaya komunikatif dan penuh energi, beliau mengingatkan bahwa usia Muhammadiyah yang kini menginjak 113 tahun adalah bukti bahwa semangat gerakannya tidak pernah padam.
“Muhammadiyah sudah berusia 113 tahun. Usia boleh tua, tetapi semangat pembaruannya selalu muda,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa total aset Muhammadiyah saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 420 triliun rupiah—sebuah capaian besar yang patut disyukuri dan dibanggakan seluruh warganya.
Ajak Siswa Tinggalkan Mager
Mengutip nasihat Imam Ghazali, Ustadz Faris mengingatkan pentingnya gerak dalam kehidupan seorang pelajar. Beliau menyoroti kebiasaan mager (malas gerak) dan mabar (main bareng) yang kerap menghabiskan waktu para remaja.
“Menjadi siswa Muhammadiyah itu tidak boleh diam. Jangan waktunya dihabiskan untuk mager dan mabar. Bergeraklah, kembangkan potensi setinggi-tingginya,” tegasnya.
Sebagai ilustrasi, beliau mencontohkan ikan salmon yang setiap hari berenang melawan arus deras sehingga dagingnya menjadi berkualitas tinggi.
“Pemuda Muhammadiyah harus seperti itu. Jangan berlama-lama tinggal di zona nyaman. Bergeraklah dan kembangkan kemampuan diri,” pesannya, disambut anggukan peserta.
Beliau menambahkan bahwa berbagai organisasi otonom Muhammadiyah—seperti HW, IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, NA, hingga Tapak Suci—adalah ruang terbaik bagi siswa untuk mengasah diri.
“Juara itu bukan tujuan akhir. Proses yang kalian lalui itulah yang menentukan sukses tidaknya masa depan,” tuturnya memberi motivasi.
Ragam Lomba Meriahkan Pramilad
Penanggung jawab kegiatan, Angga Baskoro SPd—Wakil Ketua PCM Tulangan Bidang SDM Insani—menjelaskan bahwa Lomba Pramilad ke-113 Muhammadiyah tahun ini digelar di berbagai AUM di Tulangan.
Untuk cabang lomba di Smamuga, jenjang SMP dan SMA/SMK mengikuti beberapa kategori:
Jenjang SMP
- Rank 1/TKA
- Got Talent
- E-sport
- Cinematic
Jenjang SMA/SMK
- Qori’
- Muhadhoroh
- Tenis Meja
Para juara akan mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.
Selain di Smamuga, sejumlah lomba juga berlangsung di AUM pendidikan lain. Lomba mewarnai, adzan, dan tahfidz untuk tingkat TK dipusatkan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan (Tusida) dan SD Muhammadiyah 8 Tulangan (Muhdelta). Untuk tingkat SD/MI, cabang pildacil, Rank 1, dan tahfidz digelar di SMP Muhammadiyah 5 (Mulia) Tulangan.
Angga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada panitia, donatur, serta seluruh AUM dan ortom seperti HW, IPM, IMM, dan Tapak Suci. Kegiatan ini bisa berjalan karena sinergi kita semua,” ujar guru SD Muda Kemantren tersebut.
Beliau berharap rangkaian lomba ini memberi manfaat luas bagi siswa dan orang tua.
“Semoga semakin menambah wawasan, kecintaan, dan kebanggaan terhadap Muhammadiyah yang selama ini memberi dampak besar dalam pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi bangsa,” tambahnya.
Harapan PCM Tulangan
Ketua PCM Tulangan, Abdillah Adhi SE, melalui pesan singkat WhatsApp, turut menyampaikan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah.
“Semoga Muhammadiyah makin berjaya dalam dakwah, pendidikan, dan amal sosial untuk memajukan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.
Beliau berharap momentum milad ini dapat memperkuat militansi kader dalam membangun Muhammadiyah ke depan serta membuat masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran persyarikatan, khususnya melalui berbagai AUM di Kecamatan Tulangan.
Perhelatan Pramilad ke-113 Muhammadiyah di Smamuga tidak hanya menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga ruang pembinaan karakter, semangat gerakan, dan kecintaan terhadap Muhammadiyah. Sebuah perayaan yang bukan sekadar meriah, tetapi juga sarat makna bagi generasi penerus persyarikatan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments