Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LPPA Aisyiyah Cetak Kader Perempuan Siap Mengisi Lembaga Publik Lewat Madrasah Politik

Iklan Landscape Smamda
LPPA Aisyiyah Cetak Kader Perempuan Siap Mengisi Lembaga Publik Lewat Madrasah Politik
pwmu.co -

Untuk memperkuat peran perempuan dalam ranah politik dan lembaga publik, Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat Aisyiyah bersama Program INKLUSI menggelar Madrasah Politik Perempuan bertajuk Workshop Pengembangan Program #SerialKader Berkhidmat, Sabtu (10/4/2025).

Kegiatan daring yang diikuti 92 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi langkah strategis Aisyiyah dalam menyiapkan kader perempuan agar siap tampil di panggung publik dengan integritas dan kapasitas yang mumpuni.

Ketua LPPA PP ‘Aisyiyah Siti Syamsiyatun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Madrasah Politik Perempuan merupakan bagian dari mandat LPPA untuk melaksanakan pendidikan politik bagi kader Aisyiyah.

“Madrasah ini adalah wahana untuk kita belajar, dan sejak 2023 kami sudah mulai melaksanakan berbagai pendidikan politik bagi pemilih lansia, difabel, juga pendidikan kapasitas untuk calon legislatif dan eksekutif,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini difokuskan untuk mempersiapkan kader agar mampu menduduki jabatan publik.

“Tujuan dari Madrasah Politik Perempuan Serial Kader Berkhidmat di Lembaga Publik ini antara lain untuk memperoleh masukan dan merumuskan strategi yang perlu dilakukan oleh LPPA, termasuk menjaring kader yang tertarik memasuki lembaga publik seperti KPU, Bawaslu, KPI, Komnas Perempuan, dan KPAI,” jelasnya.

Syamsiyatun juga menekankan pentingnya dorongan bagi kader perempuan ‘Aisyiyah agar percaya diri dalam terjun ke dunia politik formal.

“Sebetulnya kapasitas kader kita bagus dan memiliki kemampuan, tetapi mungkin kepedeannya yang agak kurang. Karena itu, para narasumber akan membantu memberi pencerahan, tips, dan pemetaan potensi agar kader kita bisa berhasil, bukan sekadar menjadi penggembira,” tambahnya.

Dia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi politik perempuan di tubuh ‘Aisyiyah.

“Mudah-mudahan gairah warga Aisyiyah untuk dapat berpartisipasi secara lebih aktif di dalam proses politik formal semakin meningkat. Minat dan keterlibatan perempuan di politik formal dari ‘Aisyiyah ini perlu kita dorong,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah menegaskan bahwa peran perempuan dalam lembaga publik merupakan bagian dari amanah kekhalifahan yang ditegaskan dalam Islam.

“Baik laki-laki maupun perempuan memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi, dan kekhalifahan itu salah satunya diwujudkan dengan berkhidmat lewat lembaga-lembaga publik,” ujar Tri Hastuti.

Ia menjelaskan, pandangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terhadap politik sudah memiliki landasan ideologis yang kuat.

“Posisi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam politik sudah jelas jika kita membaca khittah Muhammadiyah, mulai dari Muktamar Ujung Pandang, Surabaya, Denpasar, hingga Makassar,” paparnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia menyebutkan salah satunya di Khittah Ujung Pandang pada tahun 1971 pada Muktamar ke-38. Bahwa Pertama, Muhammadiyah murni sebagai organisasi dakwah Islam yang tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.

Kedua, Setiap anggota boleh bergabung dengan partai politik lainnya dengan catatan tetap tidak menyimpang dari anggaran dasar Muhammadiyah.

Ketiga, Mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah supaya membuat skema dan langkah-langkah guna menyokong pembangunan nasional.

Oleh karena itu, Tri Hastuti mengapresiasi langkah LPPA yang sejak dini menyiapkan kader perempuan untuk mengambil peran strategis di lembaga publik. Hal ini menurutnya menunjukkan peran organisasi dalam mengidentifikasi kader potensial.

“Apa yang dilakukan LPPA ini sangat baik, karena tidak pas kalau baru ketika partai politik kekurangan tiga puluh persen kepemimpinan perempuan, baru sibuk mencari calon. Partai politik juga harus investasi lama untuk menumbuhkan orang-orang yang mumpuni, tidak tiba-tiba nobody jadi somebody tanpa proses,” tegasnya.

Selain itu organisasi juga berperan dalam mengidentifikasi Lembaga public potensial di semua tingkatan, melakukan capacity building bagi kader-kader yang potensial, dan melakukan komunikasi bersama individu dan organisasi.

Dia  menambahkan bahwa kader ‘Aisyiyah perlu terus berkomitmen dalam perjuangan politik kebangsaan.

“Teman-teman tidak hanya datang dan pergi, tapi terus-menerus mengawal. Di partai politik memang harus seperti itu,” ujar dia.

Tri juga menegaskan bahwa dalam kiprahnya di lembaga publik, para kader diharapkan dapat membawa positioning ‘Aisyiyah dalam jaringan.

“Bagaimana Aisyiyah dapat mewarnai, juga menjaga marwah organisasi, berintegritas, jujur, dan bekerja dengan sungguh-sungguh,” papar dia.

Melalui Madrasah Politik Perempuan ini, LPPA PP Aisyiyah berharap lahir lebih banyak kader perempuan yang siap berkhidmat dan memberikan kontribusi nyata di lembaga-lembaga publik, sejalan dengan semangat dakwah pencerahan ‘Aisyiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu