Udara pagi yang sejuk menjadi saksi semangat siswa kelas IX reguler MTs Muhammadiyah 2 Pondok Pesantren Karangasem (Madtsamuda) pada Kamis (6/11/2025). Hari itu bukan hari belajar biasa. Mereka mengikuti kegiatan outing class ke Kota Surabaya dengan tujuan mengunjungi sejumlah museum bersejarah.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa. Beberapa guru turut mendampingi, di antaranya wali kelas, guru mata pelajaran PKN, IPS, dan Falak, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Husnul Anim, M.Pd., yang ikut mengawal langsung jalannya kegiatan.
Pak Anim, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa outing class ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, siswa dapat melihat secara langsung hal-hal yang selama ini dipelajari di kelas.
“Anak-anak bisa menyaksikan sendiri apa yang mereka pelajari di kelas. Semoga pengalaman ini menambah semangat belajar dan memperluas wawasan mereka,” ujarnya.
Setelah doa bersama, rombongan berangkat menaiki bus dengan wajah ceria dan penuh semangat. Tujuan pertama adalah Museum TNI AL Loka Jala Crana di kawasan Surabaya Utara. Begitu tiba, para siswa langsung disambut suasana sejarah kemaritiman Indonesia yang kental.
Di museum tersebut, mereka belajar tentang dunia kemaritiman, mengenal seragam TNI Angkatan Laut, serta melihat koleksi senjata peninggalan perang Jepang dan Inggris. Tak hanya itu, museum ini juga memiliki planetarium yang memukau, membuat siswa semakin takjub saat menyaksikan simulasi tata surya.
Perjalanan dilanjutkan ke Museum 10 November Surabaya, tempat yang sarat dengan makna perjuangan bangsa. Di sini, para siswa diajak menelusuri peristiwa bersejarah 10 November 1945 melalui koleksi benda peninggalan zaman perang, seperti uang kuno, senjata tradisional, dan rekaman suara ledakan granat serta tembakan yang menggema di ruang pameran.
Mereka juga menyaksikan patung pahlawan nasional Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan, menjadi simbol perjuangan dan persatuan bangsa. Suasana hening sejenak saat para siswa merenungi besarnya pengorbanan para pahlawan demi kemerdekaan Indonesia.
Usai beristirahat, rombongan melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir, Museum Mpu Tantular. Di sini, para siswa seolah diajak menembus waktu ke masa kerajaan-kerajaan Nusantara. Koleksi batu beraksara Jawa kuno, ukiran candi, hingga fosil gajah dan kayu jati purba menambah kekaguman mereka.
Mereka juga terpukau melihat koleksi batik dari masa Kerajaan Majapahit yang dipadukan dengan perhiasan emas. Di ruang lain, terdapat wayang kulit dari rumput kering dan kayu tipis, serta patung leak raksasa dan topeng-topeng tari tradisional.
Beberapa siswa terlihat berhenti cukup lama di sudut yang menampilkan tokoh-tokoh penemu dunia seperti Albert Einstein dan Isaac Newton, kagum pada peran besar ilmu pengetahuan dalam peradaban manusia.
Menjelang sore, kegiatan outing class berakhir. Wajah-wajah lelah namun puas tampak dari para siswa. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, tetapi juga menghargai perjuangan, kekayaan bangsa, serta pentingnya menjaga rasa ingin tahu.
Dengan kenangan penuh makna, rombongan Madtsamuda pun kembali ke pondok membawa banyak cerita — bukan sekadar oleh-oleh, tetapi pengalaman belajar yang tak terlupakan.
Di akhir kegiatan, Pak Anim menambahkan bahwa kelas lainnya seperti ICP, IT, dan ACP tidak mengikuti kegiatan ini karena sedang melaksanakan ujian sesuai dengan konsentrasi masing-masing. Kelas IT dan ICP mengikuti ujian di Malang, sedangkan kelas Arabic di Sidoarjo. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments