Maftuh Bahlul Ilmi dikenang sebagai tokoh Muhammadiyah yang karismatik, pendidik ulung, dan pemikir visioner. Lahir dan besar dalam kultur Islam moderat, Maftuh mengasah keilmuannya di bidang sosial dan hukum, yang menjadi fondasi baginya dalam memandang pendidikan sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Kiprah Inovatif di Pendidikan
Maftuh pernah mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Ia dikenal dengan metode pengajaran yang inovatif, selalu berlandaskan prinsip Al-Qur’an dan Hadis.
Kiprahnya melampaui ruang kuliah. Ia aktif dalam pengembangan kurikulum yang menekankan etika, kemandirian, dan life skills. Tak heran, banyak alumninya terinspirasi dan sukses berkat ajarannya.
Menurut sumber resmi Muhammadiyah.or.id, Maftuh adalah penggerak utama pengkaderan muda, terutama melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Ia juga produktif menulis buku dan artikel tentang Pendidikan Islam, yang kerap menjadi rujukan akademisi dan aktivis dakwah.
Transformasi PDM Ponorogo
Maftuh menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo periode 2015–2020. Di bawah kepemimpinannya, PDM Ponorogo bertransformasi signifikan dengan mengusung ideologi Islam Berkemajuan.
Ia fokus pada penguatan pendidikan dan pengkaderan melalui pelatihan intensif. Jaringan amal usaha Muhammadiyah, seperti sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan, juga diperluas. Salah satu inisiatif terbesarnya adalah sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sipil untuk membangun infrastruktur pendidikan inklusif, termasuk program beasiswa bagi anak kurang mampu.
Sebagai pemimpin, Maftuh dikenal tegas menjaga prinsip independensi Muhammadiyah dari politik praktis, namun tetap terbuka pada dialog. Dakwah baginya bukan hanya ajakan kebaikan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial umat.
Data Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) mencatat, di era Maftuh, jumlah amal usaha PDM Ponorogo meningkat dari 50 menjadi lebih dari 70 unit. Ini termasuk revitalisasi RSU Muhammadiyah Ponorogo yang kini menjadi pusat kesehatan terdepan. Komitmennya pada persatuan umat tercermin dari jalinan kerja sama lintas ormas, termasuk dengan Nahdlatul Ulama (NU), dalam kegiatan sosial dan pendidikan (Republika.co.id).
Sosok Tegas dan Visioner
Maftuh Bahlul Ilmi adalah figur yang tegas dalam prinsip, namun visioner dalam aksi. Ia konsisten mengingatkan anggota Muhammadiyah untuk menjaga kemurnian organisasi, sekaligus mendorong inovasi dalam berdakwah.
Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mencerahkan, yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter kuat dan mandiri—terinspirasi dari K.H. Ahmad Dahlan.
Kepemimpinannya membawa revitalisasi holistik di Ponorogo:
• Pendidikan: Pembangunan sekolah-sekolah baru.
• Kesehatan: RSU Muhammadiyah diperkuat dengan teknologi medis modern.
• Sosial: Program kemanusiaan dan bantuan korban bencana diperluas.
Wafat dan Penghormatan Terakhir
Drs. H. Maftuh Bahlul Ilmi wafat pada Rabu malam, 10 Maret 2021, di RSU Muhammadiyah Ponorogo setelah 10 hari dirawat intensif.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Prosesi pemakaman di Makam Umum Kelurahan Brotonegaran dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh nasional dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bahkan, PCNU Ponorogo turut menyampaikan belasungkawa resmi, membuktikan besarnya pengaruh Maftuh sebagai tokoh lintas organisasi di Ponorogo (Radar Ponorogo).(*)






0 Tanggapan
Empty Comments