Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Magang di Milaha Qatar, Mahasiswa UMS Asah Kompetensi Teknik Elektro di Industri Maritim Global

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Magang di Milaha Qatar, Mahasiswa UMS Asah Kompetensi Teknik Elektro di Industri Maritim Global
Muhamad Wildan Fadila menjalani kerja praktik internasional di Milaha. Foto: Istimewa
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhamad Wildan Fadila, tengah menjalani kerja praktik internasional di Milaha, salah satu perusahaan maritim dan logistik terbesar di Qatar.

Kesempatan tersebut menjadi ajang bagi Wildan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus merasakan langsung budaya kerja industri maritim bertaraf global.

Selama menjalani program tersebut, Wildan ditempatkan di kapal lepas pantai (offshore) dan terlibat dalam berbagai aktivitas teknis maupun operasional.

Pengalaman bekerja di lingkungan industri dengan standar internasional menjadi tantangan sekaligus pembelajaran yang tidak ia temukan di ruang perkuliahan.

“Pengalaman bekerja di lingkungan lepas pantai memberikan tantangan sekaligus pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kelas,” ujar Wildan, Rabu (1/7/2026).

Kesempatan berharga itu diraih setelah Wildan mengikuti seluruh tahapan rekrutmen yang diterapkan Milaha, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga proses penilaian lainnya.

Berbekal persiapan yang matang, ia berhasil lolos dan dipercaya mengikuti program kerja praktik di perusahaan tersebut.

Selama berada di lapangan, Wildan mendapat kesempatan mengerjakan berbagai pekerjaan teknis, di antaranya melakukan penggantian panel listrik di kapal.

Dia juga mengikuti kegiatan operasional harian, safety briefing, serta mempelajari berbagai sistem dan peralatan kelistrikan yang digunakan dalam operasional kapal.

Menurut Wildan, tantangan terbesar selama menjalani kerja praktik bukan hanya menyelesaikan pekerjaan teknis, melainkan juga beradaptasi dengan lingkungan kerja multinasional. Setiap hari ia harus berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan rekan kerja dari berbagai negara.

“Awalnya cukup sulit karena harus menggunakan bahasa Inggris setiap hari, tetapi lama-kelamaan jadi terbiasa karena memang dituntut untuk terus berkomunikasi,” ungkapnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dia mengaku bekal ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Elektro UMS sangat membantunya memahami sistem kelistrikan di lingkungan kerja.

Selain penguasaan teori, kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, dan kerja sama tim juga menjadi modal penting untuk bekerja di perusahaan internasional.

“Dasar-dasar ilmu teknik elektro yang saya pelajari di UMS sangat membantu, terutama dalam memahami sistem kelistrikan dan peralatan di lapangan. Kemampuan belajar hal baru dan bekerja sama dengan orang lain juga sangat berguna,” katanya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Wildan adalah kuatnya budaya keselamatan kerja yang diterapkan perusahaan.

Menurutnya, setiap aktivitas operasional selalu diawali dengan prosedur keselamatan yang ketat sehingga seluruh pekerja memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keamanan.

Pengalaman tersebut semakin memperluas wawasan Wildan mengenai standar profesional yang diterapkan industri maritim internasional.

Dia menegaskan bahwa disiplin, komunikasi, dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan sekaligus produktivitas kerja.

Di akhir masa kerja praktiknya, Wildan mengajak mahasiswa UMS lainnya agar tidak ragu memanfaatkan berbagai peluang internasional. Menurutnya, keterbatasan, termasuk kemampuan berbahasa Inggris, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus berkembang.

“Jangan ragu untuk mencoba. Kadang kita merasa belum cukup mampu, terutama dalam bahasa Inggris. Tapi kalau tidak mencoba, kita tidak akan tahu kemampuan kita sampai di mana. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada dan jangan takut keluar dari zona nyaman,” pesannya. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu