Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa EAGI Kazakhstan Ceritakan Pengalaman Kuliah di Umsida

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa EAGI Kazakhstan Ceritakan Pengalaman Kuliah di Umsida
student mobility EAGI Kazakhstan di Umsida. (Dhona)
pwmu.co -

Balzhan Raim dan Altyn Bakhitova, mahasiswa Eurasian American Institute (EAGI) Kazakhstan, mengikuti program international student mobility di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) selama satu semester.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Umsida dengan EAGI Kazakhstan. Sejak Kamis (17/9/2026), keduanya mengikuti berbagai kegiatan akademik, mulai dari perkuliahan, diskusi, pengembangan kemampuan bahasa Inggris, hingga aktivitas pertukaran budaya bersama mahasiswa Indonesia.

Balzhan Raim, mahasiswa asal Taraz, Kazakhstan, mengaku tertarik mengikuti program student mobility setelah mendapatkan informasi dari mahasiswa Umsida yang sebelumnya mengikuti program serupa di EAGI Kazakhstan.

“Ketika melihat mahasiswa Umsida yang juga ikut student mobility ke tempat kami, mereka mulai memberitahu kami tentang Indonesia dan alamnya. Sebenarnya kami hanya mengetahui Bali,” ujar Balzhan.

Namun, imbuhnya, ternyata Indonesia memiliki alam yang juga sangat indah.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah kondisi Indonesia yang memiliki iklim tropis. Berasal dari negara dengan empat musim, Balzhan ingin merasakan suasana berbeda selama berada di Indonesia.

Menurutnya, cuaca Indonesia tidak terlalu sulit untuk diadaptasi. Ia justru merasa perubahan cuaca di Kazakhstan lebih ekstrem karena terdapat musim panas dan musim dingin.

“Di tempat kami ketika musim panas, itu sangat panas. Juga saat musim dingin, itu sampai dingin yang ekstrim. Di Indonesia walau panas, masih ada angin dan kelembaban, jadi kami kira tidak ada masalah dengan cuaca,” ungkapnya.

Sebelum datang ke Indonesia, Balzhan mengaku hanya mengetahui Indonesia secara geografis sebagai negara kepulauan. Namun, setelah berada di Indonesia, ia menemukan banyak hal baru yang sebelumnya tidak diketahuinya.

Masyarakat Indonesia menjadi salah satu hal yang paling membuatnya terkesan. Menurutnya, masyarakat Indonesia sangat ramah dan menghargai orang lain.

“Saya pikir orang Indonesia galak dan menakutkan. Tapi orang-orang di sini sangat ramah. Mereka selalu tersenyum ketika bertemu orang yang bahkan tidak mereka kenal,” katanya.

Pengalaman tersebut membuat Balzhan melihat Indonesia tidak hanya dari sisi alam dan geografis, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan budaya yang berbeda dari Kazakhstan.

Sementara itu, Altyn Bakhitova, mahasiswa asal Aktobe, Kazakhstan, melihat adanya perbedaan sistem pembelajaran antara Kazakhstan dan Indonesia.

Selama mengikuti kegiatan akademik di Umsida, ia merasakan suasana belajar yang lebih fleksibel.

“Di negara kami, kami harus duduk di meja selama lima atau enam jam sehari dan selalu menulis sesuatu. Tapi di sini, mereka hanya berkuliah selama beberapa jam dan seperti diberikan kebebasan untuk belajar,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga mengapresiasi lingkungan akademik Umsida yang menurutnya memberikan ruang interaksi yang nyaman bagi mahasiswa internasional.

Balzhan menyampaikan bahwa dirinya merasa diterima dengan baik meskipun memiliki latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda.

“Saya pikir mungkin ada tekanan agama di sini karena kami bukan muslim yang memakai hijab. Tetapi orang-orang tidak membahas itu. Mereka menghargai kami,” tuturnya.

Selama empat bulan berada di Indonesia, Altyn merasa nyaman dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, beberapa hal yang menarik perhatiannya selama berada di Indonesia adalah masyarakat, makanan, sistem pendidikan, dan alam.

Ia juga mengaku terkejut melihat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia yang menurutnya cukup baik.

“Saya terkejut bahwa hampir semua orang bisa berbahasa Inggris di sini. Karena di negara kami, meskipun ada yang bisa berbicara bahasa Inggris, itu bukan kebanyakan orang,” jelasnya.

Namun, Altyn juga menemukan beberapa perbedaan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya terkait transportasi.

Ia melihat masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan sepeda motor dibandingkan transportasi umum. Hal tersebut cukup membuatnya kaget sekaligus menjadi pengalaman yang berkesan selama berada di Indonesia.

Kepala Program Studi PBI Umsida, Dr. Fika Megawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional merupakan bagian dari strategi program studi dalam memperkuat internasionalisasi melalui kolaborasi akademik antarperguruan tinggi.

Menurutnya, program student mobility memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik yang multikultural sekaligus membuka ruang interaksi bagi mahasiswa lokal.

“Kehadiran mahasiswa pertukaran dari EAGI Kazakhstan merupakan kesempatan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih global,” ujarnya.

Melalui program internasional tersebut, ia berharap pengalaman belajar mahasiswa semakin kaya, kemampuan komunikasi bahasa Inggris meningkat, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya semakin berkembang.

Revisi Oleh:
  • Satria - 26/09/2026 10:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu