Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMJT Madiun Tembus Jurnal Sinta, 10 Artikel Sudah Terbit

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMJT Madiun Tembus Jurnal Sinta, 10 Artikel Sudah Terbit
Para mahasiswa Ilmu Komunikasi UMJT. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Prestasi akademik ditorehkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun. Mahasiswa semester 2 dan 4 berhasil menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi Science and Technology Index (Sinta), bahkan sejumlah artikel menembus jurnal Sinta 3.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembelajaran di kelas tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa didorong menghasilkan karya akademik yang memiliki luaran nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMJT, Malik Ibrahim, mengatakan capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Mahasiswa sebelumnya mengikuti tiga mata kuliah yang menjadi fondasi dalam proses penyusunan artikel ilmiah, yakni Dasar-Dasar Jurnalistik, Penulisan Artikel Jurnal, dan Metode Penelitian Kualitatif.

Menurut Malik, pembelajaran khususnya pada mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik dan Penulisan Artikel Jurnal dirancang berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

Pendekatan tersebut menempatkan capaian pembelajaran mahasiswa sebagai orientasi utama. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menghasilkan karya.

“Dengan pendekatan OBE dari RPS yang dijalankan, mahasiswa kami di dua mata kuliah itu 95 persen di antaranya berhasil mengeluarkan paper atau artikel di jurnal ilmiah terakreditasi Sinta. Ada yang Sinta 6, 5, 4, sampai Sinta 3,” kata Malik, Rabu (9/9/2026).

Malik mengungkapkan, terdapat 11 naskah ilmiah yang ditulis mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 10 naskah telah terbit di jurnal terakreditasi Sinta, sedangkan satu naskah masih dalam proses revisi.

Capaian itu menunjukkan bahwa mahasiswa semester awal pun dapat diarahkan untuk memasuki tradisi akademik melalui kegiatan penelitian dan publikasi.

“Artinya, mahasiswa tidak hanya mampu mempelajari teori, tetapi sudah bisa mengimplementasikannya ke dalam tulisan yang bisa diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi Sinta,” ujarnya.

Menurut Malik, publikasi tersebut sekaligus menjadi portofolio akademik yang dapat menjadi bekal mahasiswa dalam perjalanan pendidikan dan profesional mereka.

“Tentu ini menjadi prestasi yang luar biasa bagi mahasiswa UMJT, khususnya Prodi Ilmu Komunikasi, karena mereka telah memiliki luaran atau portofolio yang membanggakan,” katanya.

Mengangkat Isu Media dan Framing

Artikel yang dihasilkan mahasiswa mengangkat beragam isu komunikasi, terutama berkaitan dengan teknik pemberitaan dan framing atau pembingkaian media.

SMPM 5 Pucang SBY

Sebagian artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, sementara lainnya menggunakan bahasa Inggris. Salah satu artikel berbahasa Inggris berjudul Constructing Political Reality in International Crisis Media Framing of Donald Trump’s 48 Hour Ultimatum on the Iran-US/Israel Conflict.

Sementara itu, salah satu artikel berbahasa Indonesia berjudul Gaya Retorika Denny Sumargo dalam Podcast “Ini Orang 5inthink!!? Gue Capek Ngobrol Sama Dia?” (Studi pada Channel YouTube Curhat Bang).

Tema tersebut menunjukkan mahasiswa tidak sekadar berlatih menulis, tetapi juga mulai mengkaji fenomena komunikasi yang berkembang di ruang publik dan media digital.

Menariknya, capaian publikasi tersebut juga beriringan dengan hasil akademik yang baik. Nilai mahasiswa pada dua mata kuliah yang menjadi dasar penyusunan naskah jurnal mayoritas berada pada predikat A.

Malik mengatakan keberhasilan mahasiswa menembus jurnal Sinta membutuhkan proses panjang. Tantangan terbesarnya bukan hanya kemampuan teknis menulis, tetapi juga membangun motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan tulisan hingga benar-benar layak dipublikasikan.

Karena itu, ia tidak sekadar memberikan tugas. Ia ikut mendampingi mahasiswa sejak pencarian ide, memahami persoalan penelitian, hingga menyesuaikan naskah dengan template jurnal.

“Saya tidak hanya menyuruh, tetapi juga turun ke lapangan dengan sedikit banyak memberi masukan ide, pemahaman, dan template. Saya menemui tim-tim, terutama dari semester 2,” ungkapnya.

Bagi Prodi Ilmu Komunikasi UMJT, capaian tersebut menjadi contoh bahwa budaya publikasi ilmiah dapat dibangun sejak semester awal.

Dengan pembelajaran berbasis luaran dan pendampingan yang intensif, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi mulai berperan sebagai produsen pengetahuan melalui karya ilmiah.

Capaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa kualitas pembelajaran dapat diukur dari seberapa jauh pengetahuan yang diperoleh mahasiswa mampu diwujudkan menjadi karya yang memiliki nilai akademik dan dapat dipublikasikan secara luas. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 09/09/2026 19:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu