Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Kelompok 26 UMG Kenalkan Nareng di Desa Perning

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Kelompok 26 UMG Kenalkan Nareng di Desa Perning
KKN UMG Kembangkan Nareng sebagai Produk Olahan Berbasis Potensi Lokal (Rifqi Putra Purnomo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik melaksanakan sosialisasi produk inovasi terbaru, yakni Nareng (Nasi Cireng), sebagai produk olahan berbasis potensi lokal bersama ibu-ibu PKK Desa Perning. Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Perning pada Senin (9/2) dan menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi keluarga yang diinisiasi selama masa pengabdian mahasiswa di desa tersebut.

Produk yang diperkenalkan berupa NARENG (Nasi Cireng) dan dipraktikkan langsung oleh ibu-ibu PKK melalui pelatihan serta pendampingan dari mahasiswa KKN Kelompok 26. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga, sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan keluarga.

Ketua KKN Kelompok 26, Fahrizal Dwi Prasetya, dalam sambutannya menyatakan, “Bahwa Inovasi Produk ini tercipta karena memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Desa Perning, yang notabenenya banyak warga yang menjadi petani sawah yang berupa tanaman padi, melalui pemanfaatan demikian kami bersinergi untuk membuat inovasi produk NARENG agar lebih bernilai ekonomis. Ia berharap program ini mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai penggerak ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Ketua PKK Desa Perning, Ibu Nova Auliyatu Zuhro, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Semoga produk ini bisa terus kami kembangkan dan menjadi usaha berkelanjutan bagi Warga desa,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 26 UMG Kenalkan Nareng di Desa Perning (2)
Nareng Jadi Inovasi Mahasiswa KKN UMG untuk Pemberdayaan PKK Desa Perning (Rifqi Putra Purnomo/PWMU.CO)

Kegiatan diawali dengan praktik pembuatan Nareng (Nasi Cireng) yang melibatkan ibu-ibu PKK. Proses memasak membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Fahrizal Dwi Prasetya memberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan Nareng kepada peserta yang hadir, didampingi anggota kelompok KKN, yakni Titin, Tria, dan Andini.

Adapun proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan tepung tapioka, garam, daun bawang, penyedap rasa, dan bumbu perasa secukupnya. Seluruh bahan dimasukkan ke dalam panci dan ditambahkan air secukupnya. Dua siung bawang putih serta nasi yang telah dihaluskan kemudian dicampurkan hingga merata. Adonan tepung dan nasi selanjutnya dimasak sambil diaduk hingga mengental. Setelah itu, adonan dibentuk dengan baluran tepung tapioka kering sesuai selera, lalu digoreng dalam minyak panas hingga matang dan ditiriskan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Untuk pengemasan kita menggunakan Thinwall dengan isi 20 pcs dan dijual dengan harga Rp. 15.000,-/thinwall. Harga segitu sudah sangat terjangkau dikalangan masyarakat,” ucap Rizal selaku ketua KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Sulasthia, S.Tr.A.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produk, tetapi juga pada proses pemberdayaan.

“Harapannya, ilmu yang sudah dibagikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan setelah KKN berakhir,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pencicipan produk hasil olahan mahasiswa KKN Kelompok 26 Desa Perning. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk berbasis potensi lokal di Desa Perning. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu