Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKNMAs Kelompok 101 Menyusuri Jejak Kejayaan Kesultanan di Istana Siak

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKNMAs Kelompok 101 Menyusuri Jejak Kejayaan Kesultanan di Istana Siak
Mahasiswa KKNMAs Kelompok 101 Menyusuri Jejak Kejayaan Kesultanan di Istana Siak (Rizal Munawar/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana penuh semangat tampak saat mahasiswa KKNMAs Kelompok 101 melakukan kunjungan edukatif ke Istana Siak Sri Indrapura, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan wisata sejarah, tetapi juga momentum bagi mahasiswa untuk menelusuri nilai budaya dan warisan kejayaan Kesultanan Siak.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKNMAs berperan sebagai penggerak utama kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, mendengarkan penjelasan dari pemandu, sekaligus mengajak pemuda setempat merenungkan makna sejarah sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Kehadiran mahasiswa menjadikan kegiatan ini lebih hidup karena mereka mengaitkan nilai sejarah dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini.

Sejarah mencatat, Istana Siak Sri Indrapura atau yang juga dikenal dengan nama Istana Asserayah Hasyimiah, dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, penguasa ke-11 Kesultanan Siak. Sultan dikenal sebagai pemimpin yang arif dan visioner, serta membawa pengaruh besar pada kejayaan kerajaan.

Bangunan istana ini memiliki arsitektur unik, memadukan gaya Melayu, Arab, dan Eropa. Keindahan arsitektur tersebut mencerminkan keterbukaan Kesultanan Siak terhadap budaya luar, namun tetap berakar pada kearifan lokal.

Hingga kini, istana masih menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang memikat perhatian, di antaranya singgasana berlapis emas, koleksi senjata pusaka, serta alat musik klasik bernama Komet yang hanya ada dua di dunia.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Bagi mahasiswa KKNMAs Kelompok 101, kunjungan ini menjadi ajang belajar langsung mengenai sejarah kejayaan Melayu. Mereka menegaskan bahwa menelusuri sejarah bukanlah sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menggali nilai luhur yang relevan untuk kehidupan berbangsa di era modern.

“Sejarah adalah guru terbaik. Dari istana ini, kita belajar arti kepemimpinan, persatuan, dan kebanggaan budaya,” ujar Hafizh Dzaky Hawari.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya. Mahasiswa KKNMAs menyampaikan bahwa menjaga situs sejarah seperti Istana Siak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh generasi muda.

Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, mereka berharap budaya dan sejarah lokal tetap lestari serta memberi inspirasi bagi pembangunan masyarakat.

Kunjungan ke Istana Siak menegaskan kembali bahwa warisan sejarah bukan sekadar benda mati, tetapi juga sumber jati diri dan identitas bangsa. Melalui peran aktif mahasiswa KKNMAs Kelompok 101, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa memahami masa lalu adalah langkah penting untuk menata masa depan yang lebih baik.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡