PWM Jawa Timur bersama direktur rumah sakit Muhammadiyah/’Aisyiyah melakukan kunjungan studi ke Guangzhou Women and Children’s Medical Center dalam rangka mempelajari pemanfaatan AI medis untuk layanan kesehatan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya strategis Muhammadiyah dalam mendorong transformasi digital layanan kesehatan, khususnya melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai pendukung diagnosis dan peningkatan mutu pelayanan.
Ketua rombongan, Tamhid Masyhudi, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan sekaligus menjajaki kerja sama internasional.
“Kami ingin belajar teknologi, khususnya AI medis, untuk menunjang layanan kesehatan di jaringan Muhammadiyah Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini Muhammadiyah Jawa Timur memiliki 39 rumah sakit dan 54 klinik yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung penerapan AI medis sebagai support system bagi tenaga kesehatan.
Teknologi ini digunakan untuk:
- Skrining pasien secara cepat
- Membantu penegakan diagnosis
- Mengarahkan pasien ke layanan yang tepat
- Mendukung pengambilan keputusan klinis
AI tidak menggantikan dokter, tetapi memperkuat akurasi dan efisiensi layanan medis.
Guangzhou Women and Children’s Medical Center dikenal sebagai rumah sakit rujukan perempuan dan anak di Tiongkok.
Rumah sakit ini memiliki sekitar 1.400 tempat tidur dan menjadi pusat layanan, pendidikan, serta riset kesehatan. Pada tahun 2012, rumah sakit ini meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI).
Salah satu inovasi unggulannya adalah platform e-hospital berbasis AI yang mampu:
- Mengidentifikasi lebih dari 500 jenis penyakit
- Memberikan rekomendasi dokter yang tepat
- Meningkatkan akurasi diagnosis
Selain itu, inovasi terbaru NeoAI Precision digunakan untuk mendukung penanganan bayi kritis di unit NICU dengan sistem peringatan dini berbasis data real-time.
Bagi PWM Jatim, pembelajaran AI medis ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis teknologi.
Pengembangan AI di jaringan RS Muhammadiyah/’Aisyiyah dapat diterapkan secara bertahap, seperti:
- Clinical decision support
- Smart triage system
- Integrasi data pelayanan
- Analitik mutu layanan
- Penguatan layanan ibu dan anak
Kunjungan ini menegaskan bahwa masa depan rumah sakit tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada sistem digital yang cerdas.
PWM Jatim menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang tetap humanis, namun didukung teknologi modern dan kolaborasi global.





0 Tanggapan
Empty Comments