Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aisyiyah Bungah Terapkan Green iduladha, Daging Kurban Dikemas Tanpa Plastik

Iklan Landscape Smamda
Aisyiyah Bungah Terapkan Green iduladha, Daging Kurban Dikemas Tanpa Plastik
Ibu-ibu panitia kegiatan Green Iduladha dari PCA Bungah saat proses pengemasan daging kurban di Perguruan Muhammadiyah Bungah, Gresik. (Jumat, 29/5/2026) (Salmi Sukmawati/PWMU.COM)
pwmu.co -

Gema takbir dan semangat berbagi mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan Kurban di Perguruan Muhammadiyah Bungah, Gresik, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Syuhada Bungah tersebut menjadi lebih istimewa karena mengusung konsep Green iduladha, sebuah gerakan pelaksanaan Kurban yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tahun ini, Perguruan Muhammadiyah Bungah bersama Aisyiyah Bungah menyembelih sebanyak tujuh ekor sapi yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat dan penerima manfaat di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, Aisyiyah Bungah mengambil langkah berbeda dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam proses pembagian daging Kurban.

Daging Kurban dikemas menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan seperti daun jati, besek bambu, dan wadah yang lebih mudah terurai dibanding kantong plastik konvensional.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Bungah, Salmi Sukmawati, menjelaskan bahwa Green iduladha bukan sekadar konsep pengemasan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Selain mengurangi sampah plastik, kami Aisyiyah Bungah juga mengajak warga Aisyiyah dan masyarakat sadar akan dampak dari limbah sisa kegiatan penyembelihan Kurban, karena makna iduladha tidak hanya berhenti di sebilah pisau saja, tetapi bagaimana dampak selanjutnya, termasuk sampah plastik ini,” ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bu Emi tersebut, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah Kurban agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Gerakan Green iduladha yang diusung Aisyiyah Bungah berangkat dari nilai-nilai Islam yang mengajarkan kepedulian terhadap seluruh makhluk dan lingkungan.

Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya ayat 107:

SMPM 5 Pucang SBY

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

Ayat tersebut menjadi landasan bahwa ibadah, termasuk Kurban, tidak hanya berdampak bagi manusia tetapi juga harus menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitar.

Karena itu, penggunaan kemasan ramah lingkungan dipilih sebagai salah satu upaya mengurangi timbulan sampah plastik yang biasanya meningkat saat momentum iduladha.

Aisyiyah Bungah berharap langkah sederhana yang dilakukan tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli lingkungan.

Menurut Salmi Sukmawati, perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Di momen iduladha ini, kami Aisyiyah Bungah berharap ini waktu yang tepat untuk memulai dan akhirnya menjadi budaya baik untuk masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Melalui Green iduladha, Aisyiyah Bungah ingin menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurban tidak hanya berbicara tentang ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.

Dengan semangat tersebut, diharapkan gerakan Kurban ramah lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam merayakan iduladha di masa mendatang.

Revisi Oleh:
  • Satria - 29/05/2026 21:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu