Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) membagikan beragam inovasi pembelajaran kepada guru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Mulai dari permainan digital escape room hingga monopoli pengetahuan, berbagai media itu diperkenalkan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mendorong keterlibatan peserta didik.
Inovasi tersebut dipresentasikan dalam workshop perangkat pembelajaran yang digelar kelompok Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa PPG Calon Guru Umsura di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Berkolaborasi, Berinovasi, dan Bertumbuh untuk Pembelajaran yang Bermakna”.
Sebanyak 10 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Wasilatul Aisyah, S.Pd, guru pamong Ulfiyatin, S.Pd, dosen pembimbing lapangan (DPL) Ngatma’in, M.Pd, guru Bahasa Indonesia, serta guru-guru muda di sekolah tersebut.
Workshop ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membagikan pengalaman selama menjalani PPL sekaligus memperkenalkan praktik pembelajaran yang telah mereka terapkan di kelas.
Dalam sesi pertama, mahasiswa memaparkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang telah dipraktikkan di kelas, di antaranya thinking caps dan role card.
Mereka juga menjelaskan penyusunan rencana pembelajaran mendalam dengan mengintegrasikan materi perkuliahan di Umsura.
Materi tersebut mencakup filosofi pendidikan, pemahaman perkembangan peserta didik, pembelajaran mendalam, growth mindset, pembelajaran sosial emosional, dan pembelajaran berdiferensiasi.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan berbagai media pembelajaran digital dan konvensional, lengkap dengan cara pembuatan serta penggunaannya.
Untuk media digital, mereka memamerkan Family 100 Edisi Suroboyo dan escape room dengan materi iklan. Sementara itu, media konvensional yang diperkenalkan meliputi gerbang iklan, pohon iklan, dan monopoli pengetahuan.
Berbagai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) juga dibagikan sebagai referensi bagi guru untuk mengembangkan kegiatan belajar yang lebih variatif.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa turut mengenalkan metode refleksi pembelajaran menggunakan kertas origami.
Metode ini dapat digunakan guru untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran melalui cara yang menarik dan mudah diterapkan.
Alternatif refleksi berbasis digital juga diperkenalkan melalui Wordwall, AhaSlides, dan Padlet.
Beragam contoh tersebut mendapat perhatian para guru. Antusiasme terlihat saat sesi tanya jawab dan tanggapan dibuka.
Bisa Diterapkan Lintas Mata Pelajaran
Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Wasilatul Aisyah, S.Pd., mengapresiasi inovasi yang dibagikan mahasiswa. M
enurut dia, media pembelajaran tersebut tidak hanya relevan untuk mata pelajaran tertentu, tetapi juga dapat dikembangkan untuk berbagai bidang studi.
“Luar biasa dan sangat menarik, karena dalam kegiatan workshop ini bapak/ibu guru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya mendapatkan ilmu yang sangat berharga, yakni inovasi perangkat pembelajaran. Media pembelajaran ini bisa kami terapkan bukan hanya di mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga di mata pelajaran lain seperti Matematika, Kemuhammadiyahan, dan lain-lain,” ujarnya.
Guru pamong Ulfiyatin, S.Pd., juga menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan mahasiswa selama kurang lebih delapan bulan menjalani PPL.
“Saya merasa bangga atas capaian teman-teman mahasiswa PPG Calon Guru Umsura selama kurang lebih 8 bulan ini, karena hari ini mereka bisa berbagi ilmu dengan bapak/ibu guru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya mengenai pembelajaran di kelas, cara menguasai kelas, cara membuat perangkat pembelajaran, dan media pembelajaran yang menarik sehingga anak-anak lebih antusias saat belajar,” tuturnya.
Menurut Ulfiyatin, workshop tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa mengintegrasikan materi perkuliahan dengan praktik pembelajaran di sekolah.
“Dengan workshop ini, mahasiswa dapat mengintegrasikan materi perkuliahan dengan kegiatan pembelajaran yang sebenarnya. Top banget! Mudah-mudahan ilmu yang didapatkan bermanfaat dan mereka dapat menjadi guru yang profesional dan berkarakter,” katanya.
Sementara itu, dosen pembimbing lapangan Ngatma’in, M.Pd., mengungkapkan kegembiraannya dapat menyaksikan kreativitas para mahasiswa.
“Saya merasa sangat berbahagia karena bisa belajar dengan teman-teman yang lucu, unik, kreatif, dan hebat,” ujarnya.
Melalui workshop ini, mahasiswa PPG Calon Guru UMSURA berharap berbagai inovasi yang dibagikan dapat menjadi referensi praktis bagi guru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments