Rizky Nugroho dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa MEXT selama satu tahun di Tottori University, Jepang, Rabu (16/10/2025).
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP UHAMKA,, Dr. Rita, menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswanya tersebut.
“Kami di program studi sangat bangga mahasiswa kami lolos sebagai penerima Beasiswa MEXT di Tottori University. Beliau secara resmi diterima dalam Opening Ceremony penerimaan mahasiswa asing dalam program Beasiswa MEXT di Tottori University, Jepang,” ujarnya.
Beasiswa MEXT merupakan program beasiswa bergengsi dari Pemerintah Jepang yang memberikan dana kuliah penuh serta tunjangan hidup bagi mahasiswa internasional berprestasi. Program ini menjadi salah satu jalur penting dalam memperkuat hubungan akademik antara Jepang dan negara-negara penerima, termasuk Indonesia.
Saat ini, ribuan siswa Indonesia tengah melanjutkan pendidikan di Jepang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan penerima beasiswa, baik dari pemerintah Jepang, instansi, maupun perusahaan lainnya. Salah satu program yang paling dikenal masyarakat Indonesia adalah Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang.
Beasiswa ini mencakup biaya studi dan biaya hidup tanpa ikatan dinas. Setiap tahun, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia serta konsulatnya di Surabaya, Medan, Denpasar, dan Makassar membuka pendaftaran dan melaksanakan seleksi bagi para peminat beasiswa MEXT.
Adapun program yang ditawarkan kepada siswa Indonesia meliputi Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology, dan Professional Training College bagi lulusan SMA, serta Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang dan Teacher Training bagi guru.
Tottori University (鳥取大学, Tottori Daigaku) merupakan universitas nasional di Prefektur Tottori, Jepang, dengan dua kampus utama: Kampus Tottori (untuk Fakultas Ilmu Regional, Teknik, dan Pertanian) serta Kampus Yonago (untuk Fakultas Kedokteran). Universitas ini dikenal memiliki pusat penelitian jamur dan tanah kering (arid land) terbesar di Jepang, serta menawarkan program studi unggulan di bidang regional, teknik, kedokteran, dan pertanian.
Selama satu tahun ke depan, Rizky akan menempuh studi sekaligus memperdalam wawasan budaya Jepang melalui program tersebut. Ia diharapkan dapat menjadi duta akademik yang membawa semangat belajar dan memperkenalkan nilai-nilai positif mahasiswa Indonesia di kancah internasional.
“Semoga pengalaman berharga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di kancah internasional,” tutur Dr. Rita.






0 Tanggapan
Empty Comments