Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mahasiswa Teknik Industri Kenalkan Pemanfaatan KOHE Kambing Menjadi Pupuk Organik

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mahasiswa Teknik Industri Kenalkan Pemanfaatan KOHE Kambing Menjadi Pupuk Organik
Mahasiswa Teknik Industri Kenalkan Pemanfaatan KOHE Kambing Menjadi Pupuk Organik di Desa Lengkong, Kecamtan Cerme, Kabupaten Gresik (Rendy/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik)melaksanakan program kerja berupa pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan (KOHE) kambing sebagai salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah peternakan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (10/10/2026) dengan mengangkat pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertanian dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian KOHE kambing serta potensi pemanfaatannya sebagai bahan dasar pupuk organik. Kotoran kambing yang umumnya dianggap sebagai limbah sebenarnya masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan cara yang tepat.

Pengolahan KOHE menjadi pupuk organik diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah peternakan sekaligus menghasilkan bahan yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kesuburan tanah.

Pembuatan Pupuk Organik

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan pupuk organik secara bertahap. Proses dimulai dari persiapan KOHE kambing, kemudian dilakukan pencampuran dengan bahan pendukung berupa EM4 dan molase.

EM4 digunakan untuk membantu proses fermentasi melalui mikroorganisme, sedangkan molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme selama proses fermentasi. Campuran tersebut kemudian diolah dan difermentasi hingga bahan mengalami perubahan karakteristik dan menjadi pupuk organik yang lebih matang serta siap digunakan.

Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi dan praktik, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama warga. Dalam sesi tersebut, warga aktif mengajukan pertanyaan berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang mereka temui dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah mengenai “apa alasan pemilihan KOHE kambing sebagai bahan dasar pupuk organik dan mengapa tidak menggunakan KOHE ayam, bebek, atau unggas lainnya?”

Selain itu, warga juga menanyakan “Bagaimana cara mengaplikasikan KOHE yang telah selesai difermentasi ke tanaman?” ujar warga

“Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa KOHE kambing tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan pertanian,” ujar perwakilan tim pelaksana.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses pengolahan KOHE kambing hingga cara pemanfaatannya pada tanaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu Teknik Industri dalam kehidupan masyarakat, khususnya melalui pengelolaan proses yang terstruktur dan pemanfaatan sumber daya secara efektif.

Dengan adanya program pembuatan pupuk organik dari KOHE kambing, limbah peternakan diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai bahan buangan, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta mendorong pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 13/10/2026 20:30
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu