Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dari air cucian beras sebagai upaya mendukung pertanian ramah lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad (8/2/2026), bertempat di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sasaran kegiatan ini adalah warga desa, khususnya petani yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMG berharap masyarakat memperoleh alternatif pupuk yang mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar serta memiliki biaya yang relatif terjangkau.
Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa air cucian beras mengandung zat yang dapat menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme tanah. Melalui proses fermentasi, air cucian beras dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah pertanian.
Peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan pupuk organik cair, mulai dari pengumpulan air cucian beras, pencampuran dengan EM4 pertanian dan molase, hingga proses fermentasi selama 7 hingga 14 hari. Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN juga mendampingi peserta dalam praktik langsung agar warga memahami setiap tahapan pembuatan dan dapat menerapkannya secara mandiri.
“Pembuatan pupuk organik cair dari air cucian beras ini merupakan solusi sederhana yang bisa diterapkan oleh petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta menekan biaya produksi pertanian,” ujar Alloy, salah satu mahasiswa KKN UMG saat kegiatan berlangsung.
Mahasiswa KKN kemudian melaksanakan praktik pembuatan pupuk organik cair bersama petani Desa Suru. Para petani dilibatkan secara langsung dalam pengenalan bahan, proses pencampuran air cucian beras dengan EM4 pertanian dan molase, hingga tahap fermentasi.
“Kami Gapoktan Sido Maju, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Dengan adanya edukasi pembuatan pupuk organik dari adik-adik mahasiswa UMG, hal ini cukup menjadi perhatian kami dan langsung saya praktikkan sambil menunggu hasilnya. Semoga bermanfaat bagi masyarakat kami.” ujar Bapak Pustianam, Ketua Gapoktan Desa Suru.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendampingan di bidang pertanian berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments