Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMG Olah Sereh Jadi Spray Antinyamuk Bersama Warga Desa Gunungan

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMG Olah Sereh Jadi Spray Antinyamuk Bersama Warga Desa Gunungan
Momen ketika mahasiswa UMG KKN kelompok 16 Prodi Kewirausahaan berkolaborasi dengan tim PKK Desa Gunungan Dawarblandong mendemonstrasikan cara membuat spray anti nyamuk dari sereh. (Salwa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lima belas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang tergabung dalam KKN Kelompok 16 Program Studi Kewirausahaan berinovasi mengolah tanaman sereh menjadi produk spray antinyamuk bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Program ini bertujuan membekali masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dengan keterampilan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang banyak ditemukan di sekitar rumah warga. Sereh dipilih karena mudah ditanam, tahan terhadap cuaca panas, dapat dipanen berulang kali, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk rumah tangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sadi, S.Pd., S.I.P., M.M., selaku Lurah Desa Gunungan, beserta unsur tenaga kesehatan desa. Kehadiran pemerintah desa dan tenaga kesehatan menjadi bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi keluarga.

Pada sesi pertama, Shofiatul Fitriyani menyampaikan materi mengenai pemanfaatan sereh. Ia menjelaskan bahwa tanaman dengan nama latin Cymbopogon citratus selama ini lebih banyak dikenal sebagai bumbu dapur. Padahal, sereh mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam produk pengusir nyamuk.

“Sereh sebenarnya sudah ada di halaman rumah kita masing-masing. Selama ini hanya digunakan untuk bumbu masak. Padahal, jika diolah dengan baik, sereh memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” jelasnya.

Pengenalan Peluang Usaha

Peserta juga diperkenalkan pada gambaran sederhana peluang usaha. Dengan modal sekitar Rp105.000 untuk menghasilkan 15 botol spray ukuran 60 ml, produk dapat dijual sekitar Rp10.000 per botol. Dengan demikian, omzet satu kali produksi berpotensi mencapai Rp150.000 dengan keuntungan kotor sekitar Rp45.000.

SMPM 5 Pucang SBY

Materi berikutnya mengenai strategi pemasaran disampaikan Halimatus Sa’diyah Putri Salwa. Ia mendorong peserta memulai pemasaran dari lingkungan terdekat, seperti arisan, pengajian, kegiatan PKK, toko kelontong, dan bazar UMKM. Untuk pemasaran digital, peserta diperkenalkan dengan WhatsApp Business, Instagram, TikTok, serta marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Selain pemasaran, mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait branding, desain kemasan, label produk, serta pengembangan variasi ukuran. Peserta juga diberi pemahaman mengenai pentingnya mengurus perizinan yang sesuai apabila produk akan dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK aktif berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha setelah program KKN berakhir. Kehadiran pemerintah desa dan bidan desa turut menambah semangat peserta karena program ini dinilai sejalan dengan upaya pencegahan demam berdarah dan peningkatan ekonomi keluarga.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 16 UMG berharap spray antinyamuk berbahan sereh dapat dikembangkan menjadi produk unggulan Desa Gunungan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi alam lokal secara kreatif dan bernilai ekonomis. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 31/08/2026 21:06
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu