Mahasiswa Universiti Sains Malaysia (USM) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi tiga film dokumenter pendek tentang Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) di Desa Brajan, Bantul, Yogyakarta.
Ketiga film tersebut berjudul Sedekah Sampah, Sedekah Jiwa; Mufli, Penjaga Bumi Desa Brajan; dan Desa Brajan dari Mata Kami.
Karya-karya ini ditayangkan dalam sesi pemutaran (screening) bersama warga dan relawan Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) di Brajan, Rabu (1/10/2025).
Kegiatan yang diikuti mahasiswa USM dilaksanakan pada 28 September hingga 3 Oktober 2025. Mereka diajak melakukan observasi di lokasi Gerakan Shadaqah Sampah, mewawancarai warga, relawan, hingga tokoh masyarakat, kemudian merancang naskah dan memproduksi dokumenter berdurasi pendek.
Menurut Dr. Nik Norma Nik Hasan, dosen Pusat Pengkajian Komunikasi USM, program ini dirancang agar mahasiswa dapat belajar langsung dari masyarakat akar rumput tentang bagaimana mereka beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus menjaga kearifan budaya.
“Penceritaan digital menjadi medium untuk mengangkat suara komunitas tersebut,” ujarnya.
Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) di Brajan sendiri dipelopori oleh Ananto Isworo, yang akrab disapa “Ustadz Sampah”.
Konsep gerakan ini adalah mengajak warga menyumbangkan (sedekah) sampah nonorganik yang telah dipilah, kemudian hasil penjualannya digunakan untuk program sosial komunitas, seperti beasiswa, santunan kesehatan, bantuan sembako, dan lain-lain.
Ananto menjelaskan ide gerakan ini muncul sejak Juli 2013.
“Padahal semua itu masih bisa dikelola dengan baik. Maka kemudian muncul ide untuk mengelola sampah bekas. Setelah terkumpul, kiloan sampah itu disortir lalu dijual. Tujuannya agar masyarakat bisa segera merasakan manfaat dari sedekah sampah,” jelasnya.
Usai pemutaran film, mahasiswa bersama GSS dan warga Brajan mengadakan diskusi. Mahasiswa menerima masukan langsung dari warga tentang bagaimana narasi dokumenter dirasakan, sekaligus mendiskusikan potensi kolaborasi riset maupun kegiatan lanjutan.
Program ini terselenggara berkat kolaborasi dengan International Program for Communication Studies (IPCOS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai mitra dalam penelitian, pengabdian, dan produksi karya komunikasi di tingkat internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments