Di tengah malam yang panjang, Salsabila Khoirun Nisa justru tidak berada di kamar untuk beristirahat. Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini memilih berada di lapangan, menjadi bagian dari penelitian surveilans nyamuk yang menuntut ketelitian dan ketahanan fisik.
Bersama tim dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga, ia menjalani proses penangkapan nyamuk dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Metode yang digunakan mengharuskannya menangkap nyamuk yang hinggap di tubuh menggunakan alat aspirator.
Setiap nyamuk yang tertangkap kemudian diidentifikasi, terutama untuk mengetahui apakah termasuk spesies Anopheles, yang dikenal sebagai vektor penyakit malaria.
Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dipetakan menggunakan sistem informasi geografis guna menentukan wilayah berisiko. Hasil tersebut menjadi dasar dalam merancang intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Terjun Langsung ke Lapangan
Pengalaman lapangan tersebut bukan satu-satunya. Salsa, sapaan akrabnya, juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian di puskesmas, termasuk pengembangan aplikasi kesehatan ibu hamil serta surveilans kesehatan mental maternal.
Dalam salah satu penelitian, ia bertugas sebagai enumerator yang mengumpulkan data langsung dari ibu hamil. Ia melakukan wawancara, mencatat kondisi kesehatan, serta memastikan validitas data yang diperoleh.
Pengalaman ini membuka wawasan tentang berbagai persoalan kesehatan di masyarakat, termasuk kehamilan usia dini serta tingginya tingkat stres akibat faktor ekonomi dan kesiapan mental.
Ia juga menemukan kasus infeksi menular seksual (IMS) pada ibu hamil muda dalam penelitian lain, yang semakin menegaskan pentingnya edukasi dan deteksi dini dalam layanan kesehatan.
Inovasi dari Limbah hingga Gizi
Tak hanya berkutat pada penelitian, Salsa juga aktif mengembangkan inovasi. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah makanan menjadi tepung nutrisi tambahan bernama Nutriflor.
Inovasi ini bertujuan mengurangi sampah makanan sekaligus membantu pencegahan stunting melalui peningkatan gizi pada makanan pendamping ASI (MPASI). Gagasan tersebut bahkan berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi internasional.
Selain itu, ia bersama tim juga melakukan pengabdian masyarakat dengan mengedukasi warga dalam pembuatan pakan ikan dari sampah organik.
Prosesnya melibatkan pemilahan bahan, pengeringan, hingga pengolahan menjadi pelet yang siap digunakan. Kegiatan ini dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus lingkungan.
Dari Kekecewaan Menuju Prestasi
Perjalanan Salsa tidak selalu mulus. Ia sempat gagal masuk jurusan Farmasi yang menjadi pilihan awal. Namun, ia akhirnya menemukan minatnya di bidang kesehatan masyarakat.
Seiring waktu, ia aktif dalam organisasi, penelitian, hingga kompetisi. Salsa tercatat sebagai anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) serta terlibat dalam jejaring mahasiswa kesehatan masyarakat tingkat nasional.
Prestasinya pun terus bertambah, mulai dari medali perak Olimpiade Sains Internasional saat SMA hingga berbagai penghargaan di tingkat global.
Di bangku kuliah, ia bersama tim berhasil meraih juara dalam ajang ASEAN Health Talent 2024 melalui inovasi alat kalibrator fetal doppler.
Selain itu, ia juga meraih medali emas di berbagai kompetisi internasional, seperti Global Youth Innovators Competition, World Youth Invention and Innovation Award, serta Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition.
Menemukan Makna Pengabdian
Berbagai pengalaman tersebut membawa Salsa menemukan ketertarikan pada bidang surveilans epidemiologi, yang menggabungkan kerja lapangan dan analisis ilmiah.
Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika data yang dikumpulkan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, ia berharap dapat berkontribusi dalam pengendalian penyakit melalui pendekatan berbasis data, mulai dari identifikasi risiko hingga perancangan intervensi kesehatan.
Saat ini, meski telah menyelesaikan studi sarjana, Salsa masih aktif mewakili UMS dalam ajang internasional. Ia dijadwalkan mengikuti kompetisi World Young Inventors Exhibition 2026 yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.





0 Tanggapan
Empty Comments