Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban menyelenggarakan (KSAD) kompetisi sains ahmad dahlan yang bertempat di MI Muhammadiyah 2 Cendoro Palang Tuban, Sabtu (7/2/2025).
(KSAD) kompetisi sains ahmad dahlan merupakan agenda tahunan majelis dikdasmen dan PNF pimpinan daerah Muhammadiyah Tuban, KSAD diselenggarakan sebagai ajang silaturrahmi, peningkatan prestasi dan pengembangan potensi siswa, Guru, Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Se Kabupaten Tuban.
Tujuan KSAD yaitu untuk mengembangkan peserta didik guru dan kepala sekolah/madrasah berkarakter dan bertalenta dengan prestasi nasional dan internasional membangun atmosfer berkompetisi dan berprestasi yang sehat bidang sains, seni dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Membangun basis data nasional peserta didik, guru dan kepala sekolah atau madrasah menyiapkan generasi penerus yang unggul kompetitif dan berkemajuan.
Fauzan, M.Pd Ketua majelis dikdasmen dan PNF PDM kabupaten Tuban dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 355 siswa dari jenjang SD/MI SMP/MTS dan SMA/MA se kabupaten tuban.
Terdapat 30 jenis lomba pada kegiatan tersebut, di antarannya khusus untuk lomba inovasi guru akan mendapatkan 1 buah tablet sebagai. Pada KSAD tahun ini mengusung tema Unggul Berkarakter dan berkemajuan tujuannya yaitu untuk membangun mutu di kabupaten tuban.
Mengasah Mental dan Intelektual
Drs. Masrukhin, M.A PDM Tuban, menyampaikan dalam sambutannya bahwasannya tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk sebagai ajang silaturrahmi agar mendapat rahmat Allah SWT. Ketua PDM itu juga mengapresiasi dan merasa bangga serta salut kepada tuan rumah terutama dalam tarian saman sebagai penyambut/pembuka acara pada KSAD tahun ini
“Saya memotivasi anak-anak agar semangat dalam belajar dan berkompetisi untuk mencapai tujuan daripada muhammadiyah yaitu terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya karena pada zaman ini manusia di tuntut untuk berkompeten dan tidak kalah terhadap kecanggihan teknologi,” tuturnya.
Maka dari itu KSAD bukan sekadar soal menang atau kalah, atau sekadar gaya gayaan dengan piala. Namun bagi seorang siswa KSAD adalah “kawah candradimuka” yang mengasah mental dan intelektual jauh di atas rata-rata di antarannya memaksa siswa untuk berpikir out of the box. Dikarenakan soal-soal kompetisi tidak bisa hanya di selesaikan dengan rumus, melainkan memerlukan pemahaman konsep mendalam dan analisis tingkat tinggi (higher order thinking skill). (*)





0 Tanggapan
Empty Comments