Meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an anak perlu dimulai dari peningkatan kompetensi gurunya.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sepanjang menggelar workshop pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi bagi guru TK ABA dan TPQ se-Cabang Sepanjang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SD MUMTAZ, Jalan Suningrat, Ketegan, Taman, Sidoarjo, Ahad (1/11/2026).
Ratusan Guru Semangat Ikuti Workshop
Lebih lanjut, agenda tersebut mengusung tajuk “Peningkatan Kompetensi Guru TK ABA dan TPQ Muhammadiyah/Aisyiyah se-Cabang Sepanjang dalam Pembelajaran Al-Qur’an Anak Usia Dini dengan Metode Ummi“.
Sekitar 160 guru TK, KB, dan TPQ mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Mars Aisyiyah, serta sambutan dari Majelis PAUD Dasmen dan PCA Sepanjang.
Ketua Majelis PAUD Dasmen PCA Sepanjang, Mufidah SPsi MPd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Al-Qur’an di lembaga TK ABA dan TPQ Aisyiyah dan Muhammadiyah.
“Anak-anak yang sejak kecil sudah dekat dengan Al-Qur’an diharapkan tumbuh dengan kecintaan terhadap kitab suci. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam membimbing dan memberikan contoh bacaan yang baik dan benar” ungkapnya.
Ia menjelaskan, workshop ini bukan kegiatan yang berhenti pada sosialisasi. Majelis PAUD Dasmen telah menyiapkan rencana tindak lanjut berupa pelatihan pembelajaran mengaji metode Ummi selama kurang lebih tiga hingga enam bulan yang akan dilaksanakan berdasarkan zona.
Sementara itu, Wakil Ketua I PCA Sepanjang, Diana SP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru TK ABA dan TPQ yang selama ini berjuang membimbing generasi Indonesia agar mampu membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kitab suci yang sempurna dan harus dipelajari oleh setiap Muslim. Oleh karena itu, pembelajaran Al-Qur’an perlu diperkuat sejak anak berada pada usia dini.
Diikuti 8 TPQ
Majelis PAUD Dasmen PCA Sepanjang mencatat terdapat 24 TPQ di lingkungan Cabang Sepanjang. Namun, dalam sosialisasi metode Ummi kali ini, delapan TPQ mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan.
Tidak semua TPQ mengikuti sosialisasi karena masing-masing lembaga selama ini menggunakan metode pembelajaran Al-Qur’an yang beragam.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi guru yang belum memiliki Syahadah Ummi untuk mengenal standar dan metodologi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode tersebut.
Dengan demikian, peserta diharapkan memperoleh pemahaman awal sebagai bekal mengikuti program peningkatan kompetensi berikutnya.
Workshop menghadirkan tiga pemateri, yaitu M Iswahyudi SS dari Ummi Daerah Sidoarjo, Arif Cahyono MPd selaku Koordinator Wilayah Taman dan Krian, serta Dedy Purwanto SE selaku Humas dan Trainer Ummi Foundation.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan metode Ummi, standar dan metodologi pembelajaran, serta pemetaan kelas.
Dalam pemaparannya, para pemateri menjelaskan tiga keunggulan utama metode Ummi, yaitu metode yang bermutu, guru yang bermutu, dan sistem yang bermutu.
Metode Ummi bukan sekadar cara mengajar, melainkan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang dirancang secara sistematis dengan menekankan konsistensi, standardisasi, dan pengendalian mutu.
Saat ini, PCA Sepanjang memiliki 12 TK ABA dan 24 TPQ. Melalui workshop dan pelatihan lanjutan, Majelis PAUD Dasmen berharap kompetensi guru semakin meningkat dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan Aisyiyah semakin baik.
Upaya ini menjadi langkah berkelanjutan agar anak-anak mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas, mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati sejak usia dini.






0 Tanggapan
Empty Comments