Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Makna Manusia Fakir di Hadapan Allah dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Iklan Landscape Smamda
Makna Manusia Fakir di Hadapan Allah dan Hikmahnya dalam Kehidupan
Makna Manusia Fakir di Hadapan Allah dan Hikmahnya dalam Kehidupan
Oleh : Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK Universitas Muhammadiyah Malang

Dalam setiap kesulitan hidup, manusia kerap menyadari satu hal mendasar: betapa dirinya lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah. Islam menegaskan bahwa manusia adalah makhluk fakir, sementara Allah Maha Kaya dan tidak bergantung pada siapa pun.

Pemahaman ini menjadi kunci ketenangan hati sekaligus landasan kuat dalam membangun keimanan dan ketundukan kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menerangkan bahwa Dia Maha Kaya, tidak membutuhkan apa pun selain diri-Nya. Bahkan seluruh makhluklah yang sangat membutuhkan-Nya dan merendahkan diri di hadapan-Nya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekali pun. Secara dzat, Allah sungguh tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah katakan bahwa Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, yaitu Allah-lah yang bersendirian, tidak butuh pada makhluk-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji pada apa yang Dia perbuat dan katakan, juga pada apa yang Dia takdirkan dan syari’atkan.”

Seluruh makhluk sungguh sangat membutuhkan Allah dalam berbagai hal. Makhluk masih bisa terus hidup karena karunia-Nya. Anggota badan mereka kuat untuk beraktivitas karena pemberian-Nya. Mereka mendapatkan makanan, rezeki, serta nikmat lahir dan batin karena kebaikan Allah.

Mereka pun bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan, dan kesengsaraan karena Allah yang menghilangkan semuanya. Allah pula yang memberikan petunjuk sehingga mereka bisa selamat.

Karena itu, makhluk amat membutuhkan Allah dalam penghambaan, cinta, ibadah, dan keikhlasan kepada-Nya. Jika penghambaan ini tidak dilakukan, niscaya ruh, hati, dan kondisi manusia akan binasa.

Di antara bentuk ghina Allah (tidak membutuhkan makhluk-Nya) adalah bahwa Allah tidak membutuhkan ketaatan hamba. Kemaksiatan manusia pun tidak memberikan mudarat sedikit pun bagi-Nya.

Jika seluruh makhluk beriman, tidak akan menambah kerajaan Allah sedikit pun. Jika seluruh makhluk kafir, tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml: 40)

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya dari semesta alam.” (QS. Al-‘Ankabut: 6)

فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. At-Taghobun: 6)

إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 8)

Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا

“Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, manusia dan jin, semuanya bertakwa seperti orang yang paling bertakwa, maka itu tidak menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Dan jika mereka semua menjadi sejahat-jahatnya, itu tidak mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun.” (HR. Muslim no. 2577)

Allah juga berfirman:

وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ

“Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya, sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan-Nya.” (QS. Muhammad: 38)

قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

“Mereka berkata: Allah mempunyai anak. Maha Suci Allah, Dialah Yang Maha Kaya; milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS. Yunus: 68)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ…

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Allah adalah Al-Masih putra Maryam…” (QS. Al-Maidah: 17)

Di antara bentuk ghina Allah adalah bahwa manusia sangat membutuhkan doa kepada-Nya setiap saat. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk beribadah dan menjanjikan balasan.

Barangsiapa memahami bahwa Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun selain diri-Nya, maka ia akan mengenali dirinya sebagai makhluk yang fakir dan sangat membutuhkan Allah.

Jika seorang hamba menyadari kefakirannya di hadapan Allah, maka itulah tanda kebahagiaan baginya, baik di dunia maupun di akhirat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡