Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Malam-Malam Penuh Hikmah di Cungkup: Santri PDL Al-Mizan Hidupkan I’tikaf dan Qiyamul Lail Bersama Warga

Iklan Landscape Smamda
Malam-Malam Penuh Hikmah di Cungkup: Santri PDL Al-Mizan Hidupkan I’tikaf dan Qiyamul Lail Bersama Warga
Malam-Malam Penuh Hikmah di Cungkup: Santri PDL Al-Mizan Hidupkan I’tikaf dan Qiyamul Lail Bersama Warga. (Istimewa/PWMU.CO)

Malam di Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, terasa lebih hidup pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Di Masjid At-Taqwa yang sederhana, cahaya lampu dan lantunan ayat suci Al-Qur’an mengiringi para jamaah yang larut dalam ibadah.

Di tempat inilah para santri Praktik Dakwah Lapangan (PDL) Pondok Pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan mengikuti kegiatan i’tikaf, qiyamul lail, dan sahur bersama dengan warga setempat.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi para santri. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga merasakan kehangatan kebersamaan dengan masyarakat Desa Cungkup.

Program i’tikaf ini dilaksanakan pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, sebuah momentum yang diyakini sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan i’tikaf di dalam Masjid At-Taqwa. Para santri dan warga duduk berderet, sebagian membaca Al-Qur’an, sebagian lainnya berdzikir dan memperbanyak doa. Suasana malam yang tenang membuat ibadah terasa lebih khusyuk.

Menjelang dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, jamaah kemudian melaksanakan qiyamul lail secara berjamaah. Shalat tahajud dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan, dilanjutkan dengan dzikir serta tadarus Al-Qur’an. Di tengah kesunyian malam, lantunan doa para jamaah seakan menyatu dengan harapan untuk meraih keberkahan Ramadan.

Usai qiyamul lail, kegiatan dilanjutkan dengan sahur bersama. Hidangan sederhana yang disiapkan secara gotong royong oleh warga tersaji di serambi masjid. Para santri dan warga duduk melingkar, menikmati sahur sambil berbincang ringan. Kehangatan kebersamaan terasa begitu kuat dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Bagi para peserta PDL Al-Mizan, pengalaman i’tikaf di desa ini menjadi sesuatu yang sangat berkesan. Selama ini mereka lebih sering melihat kegiatan i’tikaf dilaksanakan di masjid-masjid besar di perkotaan. Namun di Desa Cungkup, mereka justru merasakan nuansa kebersamaan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara santri dan warga. Melalui ibadah bersama, kedekatan dan rasa saling memiliki perlahan terbangun di antara mereka.

Desa Cungkup sendiri dikenal sebagai wilayah dengan jumlah warga Muhammadiyah yang relatif sedikit. Meski demikian, semangat masyarakat dalam memakmurkan masjid dan menghidupkan malam-malam Ramadan tetap terasa kuat. Masjid At-Taqwa menjadi pusat kebersamaan warga dalam menjalankan berbagai kegiatan ibadah.

Kepala Takmir Masjid At-Taqwa, Ariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan i’tikaf ini tidak hanya sekadar menjadi sarana memperbanyak ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.

“Kegiatan i’tikaf ini bukan hanya ibadah qiyamul lail saja, tetapi juga menjadi sarana untuk menyucikan jiwa, menenangkan hati, dan mempererat silaturahmi. Kami juga menutupnya dengan sahur bersama agar kebersamaan antara jamaah semakin terasa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus menumbuhkan semangat beribadah serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan para santri yang sedang menjalankan tugas dakwah di desa tersebut.

Bagi para santri PDL Al-Mizan, malam-malam i’tikaf di Masjid At-Taqwa bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang belajar memahami masyarakat, merasakan kebersamaan, dan menumbuhkan ukhuwah Islamiyah. Di masjid desa yang sederhana itulah, Ramadan terasa lebih hangat dan penuh makna. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡