Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mantan Ketua PDM Lumajang Kupas Lima Kesadaran yang Perlu Dikembangkan dalam Menapaki Perjalanan Usia di Acara Halalbihalal PCM Mangli

Iklan Landscape Smamda
Mantan Ketua PDM Lumajang Kupas Lima Kesadaran yang Perlu Dikembangkan dalam Menapaki Perjalanan Usia di Acara Halalbihalal PCM Mangli
pwmu.co -
Mantan Ketua PDM Lumajang periode 2010-2025, Suharyo duduk istirahat usai acara Halalbihalal dan syawalan (Tamimul Ula/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang periode 2010-2015, Suharyo, menyampaikan lima kesadaran penting yang perlu dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari seiring bertambahnya usia.

Pesan ini ia sampaikan dalam acara Halalbihalal dan Syawalan yang digelar di Masjid At-Taqwa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mangli, Kabupaten Jember, pada Ahad (20/04/2025) pagi.

Dalam tausiyahnya, Suharyo menekankan bahwa kesadaran pertama yang harus dibangun adalah kesadaran untuk bertaubat.

Menurutnya, umur adalah karunia yang diberikan oleh Allah SWT dan sudah sepatutnya disyukuri serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam kebaikan dan amal shaleh.

“Perjalanan waktu hidup kita sangat terbatas, kesadaran itulah yang harusnya kita miliki,” pesannya kepada jamaah saat tausiah.

Kesadaran kedua yang ditekankan adalah meningkatkan rasa syukur. Syukur yang dimaksud bukan sekadar ucapan, tetapi sikap hati yang lapang dan menerima segala pemberian Allah SWT dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

“Mari kita tumbuhkan kesadaran beribadah yang maksimal,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa kesadaran ketiga yang perlu ditumbuhkan adalah evaluasi terhadap ibadah. Ustadz Haryo, sapaan akrabnya, mengajak jamaah untuk meneladani ibadah Nabi Muhammad SAW, yang meskipun telah dijamin masuk surga, tetap menjalankan ibadah secara sempurna.

“Ini adalah teladan luar biasa yang tidak mudah ditiru di zaman sekarang,” ujarnya.

Berikutnya, Ustadz Haryo menyampaikan bahwa Kesadaran keempat adalah berprasangka baik (husnudzan) kepada Allah dan sesama manusia. Ia mengajak untuk senantiasa bersyukur dan tidak mudah mengeluh atas ujian yang diberikan oleh Allah, karena yakin bahwa setiap ujian adalah jalan untuk mengangkat derajat manusia.

“Jika kita berhusnudzan kepada Allah, maka Allah akan memperlakukan kita sesuai dengan prasangka kita kepada-Nya,” imbuhnya.

Terakhir, menurutnya, kesadaran kelima adalah introspeksi diri.

“Dengan terus melakukan evaluasi dan mawas diri, seseorang akan terdorong untuk memperbaiki diri dan memulai kembali dengan langkah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Penulis Tamimul Ula Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu