Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 23 Surabaya atau MIM Duta, madrasah karakter yang beralamat di Jalan Buntaran No. 156, Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, menggelar Market Day bertema “Jajan Pasar”, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MIM Duta tersebut menjadi sarana pembelajaran yang memadukan pendidikan karakter, kewirausahaan, budaya, dan wawasan global.
Para siswa tidak hanya diajak mengenal beragam jajanan tradisional Indonesia, tetapi juga belajar melakukan transaksi jual beli, berkomunikasi, bekerja sama, serta bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari agenda Kelas Diaspora MIM Duta. Dalam pelaksanaannya, madrasah menghadirkan dua mahasiswa asing, yakni Eissa Thabit Mohamed Matar dari Sudan dan Nabeel Khaled Ahmed Hussain Zawia dari Yaman.
“Market Day ini bukan sekadar kegiatan jual beli. Anak-anak belajar berani berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus mengenal kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Inilah pembelajaran karakter yang kami hadirkan dalam kegiatan yang menyenangkan,” ujar Kepala Madrasah Ust Ainoen Nadjib, S.Pd.I., setelah dikonfirmasi.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jajanan pasar yang merupakan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Mereka juga belajar bahwa makanan tradisional bukan sekadar makanan, tetapi memiliki nilai budaya yang perlu dikenali dan dilestarikan.
Ustadzah Aisyah Salma, S.Pd., selaku wali kelas 6, memberikan perspektif mengenai pembelajaran siswa melalui kegiatan tersebut.
“Anak-anak terlihat antusias karena mereka belajar melalui pengalaman langsung dan yang paling penting belajar bertanggung jawab terhadap tugasnya.”
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Mereka tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga belajar menjalankan tugas, berinteraksi, dan bekerja sama selama kegiatan berlangsung.
Eissa Thabit Mohamed Matar dari Sudan dan Dr. Nabeel Khaled Ahmed Hussain Zawia dari Yaman hadir dalam rangka agenda Kelas Diaspora.
Kehadiran mereka memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus membangun pengalaman interaksi dengan masyarakat dari negara lain.
Kegiatan tersebut sebelumnya memang direncanakan sebagai bagian dari Kelas Diaspora MIM Duta.
Salah satu pengajar, Ustadzah Lutfiyatuz Azzahro Nur Ichsan, S.Pd., MC, yang turut berperan dalam kegiatan dan memiliki kemampuan berbahasa Jawa, Indonesia, Arab, dan Inggris, menjadi salah satu penghubung komunikasi dalam kegiatan yang menghadirkan unsur lintas budaya tersebut.
“Kehadiran mahasiswa dari Sudan dan Yaman menjadi pengalaman yang menarik bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tentang budaya sendiri melalui jajan pasar, tetapi juga mulai mengenal bahwa mereka hidup dalam lingkungan masyarakat yang beragam dan terhubung dengan dunia yang lebih luas,” ujar Ustadzah Noer Azizah, S.H., disambut angguk tanda setuju oleh Ustadzah Anggun Kharismawati, S.Pd., yang keduanya tergabung dalam Tim Humas MIM Duta.





0 Tanggapan
Empty Comments