Masjid Al-Hidayah Muhammadiyah Gempolpading, Lamongan turut berpartisipasi dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI 2025 yang digelar pada Ahad (12/10/2025).
Acara yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPCR-PM) ini bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kampus IV .
Presentasi profil masjid disampaikan tepat menjelang Salat Ashar di Ruang Utsman bin Affan, Lantai 6.
Sebagai presenter yakni Wakil Ketua Takmir Bidang Imaroh, M. Zuhdi Mukromin, M.Kes., selaku pemateri, didampingi oleh Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah, H. Suparto, M.Pd. Turut hadir pula perwakilan dari Aliansi Remaja Muhammadiyah Masjid Al-Hidayah yakni Bagas, Kholiq, dan Hikam.
Sebelum memulai paparannya, Zuhdi sempat mencairkan suasana dengan kelakar ringan kepada dewan juri dan peserta lainnya.
“Masjid Al-Hidayah satu-satunya peserta yang memakai sarung supaya tidak kembar dengan PRM Gempolpading yang juga menjadi nominator CRM Award 2025,” ujarnya yang disambut tawa hadirin.
Dalam paparannya, Zuhdi menjelaskan bahwa Masjid Al-Hidayah mengusung tema unggulan “Masjid Pemuda Berkarya”. Namun, ia menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar program unggulan, melainkan cita-cita dan impian besar yang sedang mereka upayakan untuk diwujudkan.
“Sejak tahun 2018, kami mulai belajar ke Masjid Jogokariyan, dan pada tahun 2024, kami berkunjung ke Masjid Al-Falah Sragen. Kami ingin memahami bagaimana cara memakmurkan masjid dan membuat para pemuda merasa dekat dengan masjid,” tuturnya.
Ia menyebut bahwa sebagai tindak lanjut, takmir Masjid Al-Hidayah membangun pendekatan yang intensif dengan unsur-unsur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), yaitu Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Kolaborasi ini kemudian dibentuk dalam wadah bernama AM³ (Angkatan Muda Muhammadiyah Masjid Al-Hidayah), yang terdiri dari tiga kelompok utama:
- Aliansi Remaja Muhammadiyah Masjid Al-Hidayah (Al-Jadid).
- Wanita Muslimah Muda Masjid Al-Hidayah (Walidah Muda).
- Sahabat Anak Shalih Shalihah Masjid Al-Hidayah (Sajadah).
Zuhdi menjelaskan, para pemuda dan pemudi ini telah aktif dalam berbagai bidang kegiatan masjid, mulai dari imam dan muadzin tetap, pengisi kultum, pengelola PerpustakaanMu, Kantor Layanan Lazismu, hingga operator media sosial dan unit usaha ekonomi.
Beberapa program kreatif yang telah berjalan antara lain:
- RelaPustakaMu (relawan PerpustakaanMu).
- RelaGer4iMU (gerakan menjaga masjid tetap suci, bersih, wangi, dan rapi).
- RelaBerJaMU (relawan beras jamaah).
- RUMah NgoPI (Ruang Ukhuwah Muhammadiyah, Ngobrol Pemuda Inspiratif), forum bulanan dengan tema kepemudaan, kebangsaan, dan kewirausahaan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Walidah Muda juga turut mengelola layanan tabungan kurban, tabungan umrah, serta pinjaman tanpa bunga melalui KL Lazismu.
“Di bidang ekonomi, para pemuda terlibat dalam pengelolaan unit-unit usaha masjid, seperti: Sang Surya Furniture, Sang Surya Landscape, Sang Surya Media Design and Printing, serta beberapa inisiatif mandiri, seperti Sampah Barokah Sambada dan Ketan Tanjada,” terangnya.
Program unik lainnya, lanjutnya, adalah Pasar Rabu, Wektu Ngaji lan Manganan (Pasar Rebo Wenganan), sebuah pasar sore yang digelar setiap hari Rabu dan terintegrasi dengan kegiatan pengajian rutin.
Zuhdi menambahkan bahwa ketika waktu Maghrib tiba, pasar ditutup sementara dan seluruh pedagang serta pembeli diarahkan untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Sesi pengajian kemudian disiarkan langsung ke area pasar melalui proyektor LCD sehingga aktivitas ekonomi dan ibadah dapat berjalan secara selaras.
“Semua ini merupakan ikhtiar kami untuk semakin mendekatkan para pemuda dengan masjid. Semoga Allah meridai dan memudahkan terwujudnya Masjid Al-Hidayah sebagai Masjid Pemuda Berkarya,” pungkas Zuhdi menutup presentasinya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments