Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MCCC Pusat Kecam Penganiayaan 8 Relawan di Palangka Raya

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Pemakaman jenazah covid-19 di Palangka Raya yang terjadi penganiayaan relawan MCCC.
Pemakaman jenazah covid-19 di Palangka Raya yang terjadi penganiayaan relawan MCCC. (foto detik.com)

PWMU.CO– MCCC Pusat mengecam tindakan penganiayaan relawannya di Palangka Raya yang dilakukan saat pemakaman sesuai protokol covid-19. Padahal para relawan membantu pemakaman telah mendapat persetujuan keluarga.

Hal itu disampaikan Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC Pusat) Agus Samsudin dihubungi Rabu (22/7/2020).

Kecamannya merespon penganiayaan 8 relawan MCCC Kalimantan Tengah untuk menguburkan jenazah PDP covid-19 di pemakaman Jl. Cilik Riwut Palangka Raya sesuai protokol kesehatan. Para relawan ini terluka dan pingsan hingga dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya jenazah dirawat di RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Keluarga sudah setuju dimakamkan dengan prosedur Covid-19 tapi keluarga lain memukuli relawan.

”Tindakan tersebut tidak beradab dan tidak berkemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan secara hukum dan kemanusiaan mengingat para relawan yang bertugas dalam posisi membantu keluarga korban melaksanakan pemakaman sesuai prosedur yang dari awal sudah mendapatkan persetujuan tanpa ada unsur paksaan,” kata Agus.

Dia meminta permasalahan tersebut diserahkan kepada polisi setempat agar oknum-oknum yang terlibat diproses secara hukum sehingga tidak terjadi kembali peristiwa serupa. Dia meminta kepolisian menindak tegas para pelaku serta memberi perlindungan hukum terhadap para relawan yang menjadi korban penganiayaan.

Kawal Proses Hukum

Agus juga meminta segenap unsur Persyarikatan Muhammadiyah di Kalimantan Tengah mengawal proses hukum yang berjalan agar diperoleh keputusan hukum yang adil terhadap para pelaku.  ”Namun dengan tetap menahan diri dan senantiasa menghormati proses hukum,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Semua relawan MCCC di seluruh Indonesia diminta tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya dengan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dengan semua pihak terkait dalam penanganan covid-19.

”Pemerintah dan aparat keamanan di seluruh Indonesia kami minta memberi dukungan serta perlindungan keamanan kepada semua rumah sakit Muhammadiyah di Indonesia yang saat ini sedang menangani para pasien covid-19 sehingga tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari,” tuturnya.

Pemerintah pusat maupun daerah diharapkan memperkuat edukasi tentang covid-19 dengan seluruh prosedur penanganannya sampai tingkatan keluarga sehingga masyarakat mempunyai kesadaran tinggi untuk bekerja sama dengan baik.

”Masyarakat kami ajak mendukung penanganan wabah covid-19 di tanah air dengan bekerja sama dan bergotong royong dengan pihak-pihak terkait sehingga cepat berlalu dan kehidupan dapat berjalan dengan baik seperti semula,” tandasnya. (*)

Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu