Muhammadiyah Historical Walk sukses digelar pada Ahad (9/11/2025). Salah satu objek bersejarah yang dikunjungi peserta adalah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Di lokasi tersebut, tim pemandu dari alumni Ilmu Sejarah Universitas Airlangga, Ni’matul Faizah, memaparkan kisah menarik di balik gedung megah yang kini dikenal sebagai kantor BPN itu. “Gedung ini dulunya bernama Loge De Vriendschap atau Loji Persahabatan. Bangunan ini menjadi salah satu jejak penting sejarah Kota Surabaya,” ujar gadis yang tergabung dalam tim Sejarawan Muhammadiyah Jawa Timur tersebut.
Terletak di Jalan Tunjungan 80, gedung ini dibangun pada awal abad ke-19 dan menjadi satu-satunya bangunan bergaya Yunani klasik di Surabaya. Arsitekturnya terinspirasi dari Parthenon di Yunani, menghadirkan kesan megah dan anggun di tengah kawasan bisnis kota.
Ni’matul menjelaskan, “Perkumpulan De Vriendschap didirikan pada 28 September 1809 oleh H.J. Van Cattenburch. Awalnya kegiatan mereka dilakukan di rumah sang pendiri, hingga pada 12 Juli 1811 ia menyerahkan sebidang tanah di kawasan Tunjungan.” Setahun kemudian, arsitek J.W.B. Wardenaar merancang dan membangun gedung Loge De Vriendschap yang diresmikan pada 1813. Sayangnya, Van Cattenburch meninggal dunia lebih dahulu, pada 28 Agustus 1811, sebelum sempat menyaksikan peresmiannya.
Gedung ini menjadi pusat aktivitas perkumpulan yang menanamkan nilai persaudaraan dan kerja keras. Simbolnya berupa jangka dan mistar dengan dua tangan berjabat di tengah, melambangkan persahabatan dan semangat membangun. Simbol tersebut mirip dengan lambang Freemasonry, organisasi yang dikenal menjunjung kebebasan berpikir dan kemajuan peradaban.
“Simbol-simbol itu sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap identik dengan Freemasonry,” terang Ni’matul. Pemerintah Indonesia sempat melarang aktivitas organisasi tersebut pada masa Presiden Soekarno melalui Keppres Nomor 264 Tahun 1962. Namun, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, larangan itu dicabut lewat Keppres Nomor 69 Tahun 2000.
Kini, Gedung Loge De Vriendschap yang menjadi Kantor BPN Surabaya ini diakui sebagai warisan budaya yang berharga. Bangunan bersejarah ini tidak hanya memancarkan keindahan arsitektur klasik, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang peradaban dan kehidupan sosial masyarakat kota.
“Sebagai cagar budaya, gedung ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan wisata sejarah,” tutup Ni’matul. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments