Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Membaca Arah Peta Koalisi Pilpres

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Sufyanto

Poros Koalisi

Setidaknya ada lima poros koalisi yang mengemuka, pertama, poros Gondangdia, poros ini menunjuk markas Partai Nasdem di Gondangdia. Poros Gondangdia telah menetapkan Anies Baswedan sebagai Calon Presidennya. Akan tetapi Poros Gondangdia cepat meredup, dikarenakan telah menyerahkan keputusan Cawapres kepada Anies Baswedan. Sehingga dengan keputusan demikian campur tangan Partai Nasdem terkesan sudah tidak diperlukan lagi. Pihak-pihak bisa langsung berkomunikasi dengan Anies Baswedan.

Kedua, Poros Istana, menunjuk pada keberadaan Jokowi selaku Presiden yang diyakini memiliki pengaruh besar sebagai modal memenangkan Pilpres mendatang. Poros ini tentu menjadi rebutan, setidaknya oleh Poros Teuku Umar menunjuk rumah Megawati yang Ketua Umum PDIP dengan Poros Hambalang Prabowo Subianto. Di mana poros Teuku Umar telah memosisikan Presiden Jokowi sebagai petugas partainya, diharapkan mampu mengkapitalisasi pengaruhnya untuk Capres Ganjar Pranowo.

Ketiga, Poros Hambalang adalah menunjuk rumah Prabowo Subianto yang dijadikan markas Partai Gerindra dan perjuangan politiknya. Poros ini serius memperebutkan pengaruh Jokowi yang identik dengan Poros Istana. Caranya ialah menduetkan Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka yang notabene putra sulung Jokowi yang juga Walikota Solo. Hanya saja duet Prabowo-Gibran terkendala syarat Gibran yang belum berusia 40 tahun.

“Poros ini bergerak sebagai ‘center of gravity’ alternatif bahkan menjadi kiblat politik Pilpres 2024 mendatang.”

Keempat, Poros Teuku Umar adalah poros yang identik dengan Megawati selaku ketua umum PDIP dan Presiden RI ke-5. Sebagai pemenang Pemilu, poros ini pengusung utama Presiden Jokowi dua periode. Walaupun poros ini telah mendeklarasikan Capres Ganjar Pranowo, namun belum juga memutuskan pasangannya dari 5 kandidat Cawapres yang sedang ditimang-timang. Fenomena ini semakin menegaskan sulitnya membangun koalisi Pilpres 2024 mendatang.

Terakhir adalah Poros Cikeas, Pacitan atau Proklamasi untuk menunjuk markas Partai Demokrat yang beralamat di jalan Proklamasi. Poros ini pelan tapi pasti menjadi magnet penentu ke mana arah koalisi Indonesia pasca-Jokowi akan terjadi.

Poros ini bergerak sebagai ‘center of gravity’ alternatif bahkan menjadi kiblat politik Pilpres 2024 mendatang. Tergambar dari pergerakan elite-elite politik melakukan kunjungan ke Poros ini, baik berjumpa Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Presiden RI ke-6 maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum Partai Demokrat (PD) bertempat di Cikeas, Pacitan atau Proklamasi. 

Sebut saja mulai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Cikeas (29/04/23); Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB di Cikeas (03/05/23); Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra di Pacitan (20/05/23); Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem (22/02/23); Salim Segaf al-Jufri Ketua Majelis Syuro PKS di Cikeas (21/12/22); Anies Baswedan Capres dari Koalisi Perubahan di Cikeas, Pacitan dan Proklamasi.

Terakhir Puan Maharani ketua DPR RI dari PDIP bertemu AHY Ketua Umum Partai Demokrat di Gelora Bung Karno (18/06/23), maupun Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP ketemu Teuku Riefky Harsya Sekjen Partai Demokrat di Jakarta (11/06/23). Pertemuan ini tentu bukan tanpa reasoning politik, jauh dari yang tampak, pertemuan ini sangat strategis menempatkan Partai Demokrat sebagai pusat circle politik baru.

Baca sambungan di halaman 3: Demokrat Penentu

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu